Mengenali setiap tokoh wayang Jawa merupakan salah satu hal yang menarik. Pasalnya, setiap kisah tokoh-tokoh wayang Jawa itu memiliki makna yang dapat dipetik untuk jadi pembelajaran.
Pada kesempatan ini kita akan membahas salah satu tokoh wayang Jawa bernama Sadewa. Bagi kamu yang ingin mengenali tokoh wayang ini, langsung saja simak berikut ini:
Baca Juga: Mengenal Bilung, Tokoh Wayang Jawa Suka Beri Masukan Buruk
Asal usul Sadewa
Dalam pewayangan, Sadewa disebut salah satu anggota Pandawa dan anak dari pasangan Pandu dan putri Kerajaan Madra yang bernama Madri. Sadewa memiliki saudara kembar bernama Nakula.
Disebut juga Sadewa memiliki empat kakak dari dua ibu. Adapun nama kakak yang lahir dari rahim Kunti ialah Yudistira, Bimasena, dan Arjuna.
Baca Juga: Mengenal Abimanyu, Tokoh Wayang Jawa Sangat Bertanggung Jawab dan Pemberani
Dalam versi pewayangan, istri Sadewa hanya seorang, yaitu Perdapa putri Resi Tambrapetra. Dari perkawinan itu lahir dua orang anak bernama Niken Sayekti dan Bambang Sabekti.
Masing-masing anak Sadewa itu menikah dengan anak-anak saudara kembarnya Nakula yang bernama Pramusinta dan Pramuwati.
Versi lain menyebutkan Sadewa memiliki anak perempuan bernama Rayungwulan, yang baru muncul jauh setelah perang Baratayuda berakhir, atau tepatnya pada saat Parikesit cucu Arjuna dilantik menjadi raja Kerajaan Hastina. Rayungwulan ini menikah dengan putra Nakula yang bernama Widapaksa.
Sifat, Keahlian, dan wujud Sadewa
Dalam pewayangan, Sadewa memiliki sifat jujur, setia, taat pada orang tua dan mampu menjaga rahasia. Sosoknya juga disebut sangat rajin dan bijaksana.
Sadewa juga disebut sangat ahli di bidang astromomi seperti perbintangan, matahari, air dan strategi perang perang.
Baca Juga: Mengenal Bawor, Tokoh Wayang Jawa Terkenal Kasar Namun Suka Persaudaraan
Ciri-ciri Sadewa disebut memiliki wajah yang gelap, badan kecil dan bersuara kecil, bermata liyepan, hidung walimiring, bentuk mulut salitan tanpa kumis, bentuk jari tangan driji jalma, , posisi kaki rapet.
Sosoknya disebut memakai busana irah-irahan gelung sapit urang, sumping surengpati, kalung penanggalan, kelat bahu ngangrangan, gelang tangan calumpringan, gelang kaki ngangrangan, dan memakai kain bokongan bunder sembulihan.