Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dikembangkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan kualitas dan keamanan makanan yang diterima peserta didik.
Salah satu langkah terbaru adalah uji coba sistem prasmanan di sekolah agar makanan bisa disajikan lebih hangat dan segar. Uji coba ini telah dilakukan di lebih dari 60 dapur SPPG.
Selain memperbaiki pola penyajian, BGN juga memperluas layanan MBG ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi.
Mulai 2 Oktober 2026, BGN mengaktifkan SPPG di 16 provinsi dan 116 kabupaten/kota di wilayah Timur Indonesia sebagai bagian dari perluasan tersebut.
Dari sisi keamanan pangan, BGN memperkuat pengawasan di setiap tahapan penyelenggaraan MBG, mulai dari produksi hingga makanan diterima siswa.
Kepala BGN Sudaryono juga menegaskan bahwa keamanan makanan menjadi prioritas utama sebelum kandungan gizi.
Berbagai pembenahan ini dilakukan agar MBG tidak hanya menjangkau lebih banyak penerima manfaat, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan tetap aman dan berkualitas.





