Presiden Prabowo Subianto menyetujui tawaran bantuan dari negara-negara asing untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di Indonesia.
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyampaikan persetujuan tersebut di DPR RI, Kamis (15/10/2026). Saat ini, pembahasan bantuan masih berlangsung di tingkat teknis bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pemerintah sebelumnya telah mengerahkan sekitar 60 ribu personel di enam provinsi, didukung helikopter, operasi water bombing, dan modifikasi cuaca.
Namun, kondisi cuaca dan luasnya wilayah terdampak masih menjadi tantangan dalam penanganan karhutla.
Indonesia juga terus berkoordinasi melalui mekanisme ASEAN dan melaporkan perkembangan penanganan karhutla sejak Agustus 2026.
Menurut Arrmanatha, laporan terbaru menunjukkan jumlah titik panas atau hotspot mulai berkurang setiap hari.





