Mengenali setiap tokoh wayang Jawa merupakan salah satu hal yang menarik. Pasalnya, setiap kisah tokoh-tokoh wayang Jawa itu memiliki makna yang dapat dipetik untuk jadi pembelajaran.
Nah, kali ini kita akan membahas salah satu tokoh wayang Jawa bernama Dewi Subadra. Bagi kamu yang ingin mengenali tokoh wayang ini, langsung saja simak berikut ini:
Baca Juga: Mengal Dewi Anjani, Tokoh Wayang Jawa Sangat Cantik Bak Bidadari
Silsilah Dewi Subadra
Dalam pewayangan, Dewi Sumbadra disebut putri dari Prabu Basudewa, raja di Kerajaan Surasena dan Rohini. Sumbadra memiliki dua kakak yakni Kresna dan Baladewa.
Disebut juga, Kakrasana merupakan raja di Mathura dengan gelar Prabu Baladewa dan Narayana yang kemudian menjadi raja di Dwaraka dengan gelar Prabu Sri Batara Kresna.
Subadra menikah dengan salah satu anggota Pandawa yakni Arjuna. Subadra merupakan ibu Abimanyu yang kemudian menurunkan Prabu Parikesit.
Baca Juga: Mengenal Dewi Sri, Tokoh Wayang Jawa Berparas Cantik dan Berwatak Murah Hati hingga Bijaksana
Wujud dan sifat Dewi Subadra
Dalam budaya pewayangan Jawa, Dewi Sumbadra disebut sebagai seorang putri anggun, lembut, tenang, setia dan patuh pada suaminya. Ia merupakan sosok ideal priyayi putri Jawa.
Baca Juga: Mengenal Sadewa, Tokoh Wayang Jawa Mahir Bidang Astromomi dan Bersifat Bijaksana
Kisah Dewi Subadra
Pada suatu hari Arjuna menjalani masa pembuangannya karena tanpa sengaja mengganggu Yudistira yang sedang tidur dengan Dropadi, ia berkunjung ke Dwaraka, yaitu kediaman sepupunya yang bernama Kresna, karena ibu Arjuna, Kunti bersaudara dengan ayah Kresna Basudewa.
Di sana Arjuna bertemu dengan Subadra dan mengalami nuansa romantis bersamanya. Kresna pun mengetahui hal tersebut dan berharap Arjuna menikahi Subadra, demi yang terbaik bagi Subadra.
Pada saat itu status Arjuna adalah suami yang memiliki tiga istri, yaitu Dropadi, Citrānggadā, dan Ulupi. Maka pernikahannya dengan Subadra menjadikan Subadra sebagai istrinya yang keempat.
Subadra dan Arjuna memiliki seorang putra, bernama Abimanyu. Saat Pandawa kalah main dadu dengan Korawa, mereka harus menjalani masa pembuangan selama dua belas tahun, ditambah masa penyamaran selama satu tahun.
Subadra dan Abimanyu tinggal di Dwaraka sementara Arjuna mengasingkan diri di hutan. Pada masa-masa itu Abimanyu tumbuh menjadi pria yang gagah dan setara dengan ayahnya.
Ketika perang besar di Kurukshetra berkecamuk, para pria terjun ke peperangan sementara para wanita diam di rumah mereka. Abimanyu dan Arjuna turut serta ke medan laga dan meninggalkan Subadra di Dwaraka.
Pada waktu itu umur Abimanyu 16 tahun. Saat pertempuran berakhir, hanya Arjuna yang selamat sementara seluruh putranya yang turut berperang telah gugur, termasuk Abimanyu.
Sebelum gugur, Abimanyu sudah menikah dengan Utari dan memiliki seorang putra bernama Parikesit. Parikesit kemudian menjadi raja Hastinapura menggantikan Yudistira, kakeknya. Subadra menjadi penasihat serta guru bagi cucunya tersebut.
Dewi Sumbadra konon merupakan titisan Bathara Sri Widowati, istri Bathara Wisnu. Pada akhir riwayatnya, dia mati tertusuk keris Burisrawa.
Burisrawa yang jatuh cinta padanya menghadangnya di jalan pada malam hari. Namun, karena nggak menyukai Buriswara, Sumbadra mengabaikannya. Buriswara yang sakit hati kemudian mengeluarkan keris untuk menakut-nakutinya.
Tanpa disangka, Sumbadra menghampirinya dan menancapkan keris itu ke hatinya. Dia mati dan mayatnya dilarungkan Buriswara ke laut atas saran Prabu Kresna.