Kat
Saat momen Idul Fitri, salah satu makanan yang biasanya disajikan adalah ketupat yang menjadi menu pengunggah selera. Namun, ketupat bukan sekadar makanan biasa yang dimunculkan saat Lebaran.
Namun tahukah kamu? Ada sejarah panjang dibalik kemunculannya. Selain itu, ketupat juga memiliki nilai historis tersendiri.
Berikut ini berbagai fakta-fakta menarik seputar ketupat.
1. Sebagai simbol permintaan maaf
Ketupat selalu disajikan saat Lebaran, karena makanan ini merupakan simbiol permintaan maaf. Biasanya ketupat dicampur dengan lauk bersantan, sehingga disebut kupa santen. Dalam budaya Jawa, kupa santen merupakan singkatan dari kulo lepat nyuwun ngapunten yang berarti saya salah, mohon maaf.
Baca Juga: Fakta-fakta Tradisi Bedulang Masyarakat Bangka di Hari Kemenangan Idul Fitri
2. Tak hanya disajikan saat Lebaran
Ketupat tak hanya disajikan saat Lebaran. Di daerah lain seperti Bali, ketupat digunakan sebagai sesajen saat Hari Raya Kuningan. Sedangkan di Ternate, ketupat digunakan untuk Upacara Saro.
3. Terdapat makna yang unik
Ketupat memiliki makna yang unik, mulai dari anyaman ketupat yang rumit menjadi makna kesalahan manusia. Sebab, kesalahan manusia itu rumit dan saling berhubungan satu sama lainnya seperti anyaman ketupat.
Sedangkan beras di dalamnya bermakna kesucian hati. Saat ketupat dipotong, itu berarti kita telah melepaskan segala kesalahan atau dosa selama puasa, serta membuat kita akan kembali suci dan putih seperti beras atau nasi.
Baca Juga: Mengenal Meugang, Tradisi Tahunan Warga Aceh Sambut Lebaran Puasa Ramadan dan Idul Fitri
4. Sejarah katupat
Munculnya ketupat pertama kali dikenalkan oleh Sunan Kalijaga di Pulau Jawa. Dahulu, ia membudayakan dua tradisi, yakni Bakda Lebaran dan Bakda Kupat.
Bakda Lebaran digelar saat Idulfitri, sedangkan Bakda Kupat dilakukan sepekan setelah Lebaran. Bakda Kupat dilakukan setiap rumah di Jawa dengan mengolah ketupat. Kemudian, dibagikan kepada saudara yang lebih tua dan menjadi tanda kebersamaan.
Baca Juga: Sejarah Perayaan Perang Topat, Tradisi Unik Lebaran di Lombok
5. Dibungkus dengan jenis daun lain
Umumnya, ketupat dibungkus dengan daun kelapa muda. Namun, ternyata ketupat juga ada yang dibungkus jenis daun lain, seperti daun palas. Penggunaan daun palas untuk ketupat ini biasanya digunakan warga Malaysia. Rasanya jadi lebih gurih dan beraroma.