Fakta-fakta Tradisi Bedulang Masyarakat Bangka di Hari Kemenangan Idul Fitri

Fakta-fakta Tradisi Bedulang Masyarakat Bangka di Hari Kemenangan Idul Fitri

Dedi Sutiadi
2021-05-13 12:00:00
Fakta-fakta Tradisi Bedulang Masyarakat Bangka di Hari Kemenangan Idul Fitri
Ilustrasi Bedulang

Masyarakat Bangka Belitung memiliki tradisi unik untuk menyambut hari kemenangan Idul Fitri. Tradisi makan Bedulang bersama keluarga masih melekat di masyarakat hingga sekarang.

Penasaran dengan fakta-fakta tradisi Bedulang yang ada di Pulau Belitung? Berikut correcto.id sajikan untuk Anda!

Baca juga:Ribuan Pemudik Motor Dipaksa Putar Balik di Perbatasan Bekasi-Karawang

Sejarah Tradisi Bedulang


Dahulu, seorang istri akan memasak beberapa macam makanan dengan menu yang sederhana yang akan disajikan menggunakan dulang. Makanan itu akan disantap saat suami dan anak-anak telah pulang.

Prosesi makan bersama itulah yang menjadi tradisi yang bernama Bedulang dan dipertahankan hingga sekarang.

Makna Tradisi Bedulang


Tradisi Bedulang adalah prosesi makan bersama dalam satu dulang yang terdiri dari empat orang duduk bersila saling berhadapan mengitari tempat yang berisikan makanan. Makan Bedulang merupakan simbol kehangatan dan keharmonisan di dalam sebuah keluarga.

Cara dan Makanan yang Disajikan


Ada beberapa makanan yang harus disajikan dalam tradisi ini sebagai berikut, Oseng-osengan atau tumisan sayuran, ayam ketumbar ataupun ayam rendah, angan Ikan Ketarap, Otak-otak ikan, lalapan mentimun dan daun singkong rebus, dan sambal.

Prosesi atau cara makan dalam tradisi ini dimulai dari yang lebih dewasa. Yang paling dewasa dipersilahkan membuka tudung saji. Yang paling muda akan membagikan piring dan perlengkapan makanan untuk yang lebih dewasa.


Share :