Ini Alasan Pemasangan Baliho Arief Muhammad, Bukan untuk Calon Kepala Derah

Ini Alasan Pemasangan Baliho Arief Muhammad, Bukan untuk Calon Kepala Derah

Yuli Nopiyanti
2020-10-21 00:03:23
Ini Alasan Pemasangan Baliho Arief Muhammad, Bukan untuk Calon Kepala Derah
Arief Muhammad (Foto:Dok.Instagram/ariefmuhammad)

Baru-baru ini tengah ramai dengan foto baliho Arief Muhammad di derah Bintaro yang membuat netizen bertanya-tanya. Arief Muhammad akhirnya menjawab teka-teki pemasangan baliho foto dirinya dengan pose seolah-olah tengah mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Apalagi diketahui bahwa pemasangan baliho itu memanfaatkan momentum Pilkada yang akan berlangsung secara serentak pada 9 Desember 2020.

 Baca Juga: Fakta-fakta Foto Arief Muhammad Terpampang di Baliho Dengan Nuansa Politik

Rupanya sesuai janjinya, penulis novel Poconggg juga Pocong ini menggelar deklarasi pada Selasa, 20 Oktober 2020. 


Deklarasi itu bukan untuk menyatakan maju mencalonkan diri sebagai kepala daerah, apalagi saat ini sudah masa kampanye. Ia menyatakan mengakuisisi Prepp Studio, brand dan perusahaan kemeja pria.

"Ketimbang saya beli bajunya, mending saya beli saja brand dan perusahaannya," tulisnya.

Yang melengkapi unggahan foto-foto saat deklarasi akuisisi itu di akun Instagramnya, Selasa malam, 20 Oktober 2020. 


"Dengan ini, saya, Arief Muhammad, mendeklarasikan secara resmi bahwa Prepp Studio telah resmi saya akuisisi," tulisnya.

Ia juga megatakan bahwa dengan cara meniru gaya kampanye calon kepala daerah, Arief melancarkan janji-janji yang membutuhkan pembuktian di depan istrinya, Tiara Pangestika dan Ibrahim Wishaka El Emran, putranya. Tentu bukan untuk calon rakyatnya, melainkan calon karyawan di perusahaan anyarnya itu.

 Baca Juga: Foto Viral di Baliho, Arief Muhammad Janjikan Deklarasi 20 Oktober

"InsyaAllah di bawah kepemimpinan Arief Muhammad dan @dimasmairyan, partner sekaligus founder, Prepp Studio akan menjadi brand fashion pria nomor 1 di Indonesia," tulisnya.

Arief juga menjelaskan, meski tahun ini sulit dilalui karena pandemi Covid-19 dan berujung pada resesi ekonomi, hidup harus tetap optimistis. Dari rasa kehilangan, diteror ketakutan, dan kecemasan kapan kesedihan ini akan berakhir, semangat anak muda tak boleh lemah.


Share :