Mengenal Theresia Agustina Sitompul, Seniman Partisipan Art for Sumatra

Mengenal Theresia Agustina Sitompul, Seniman Partisipan Art for Sumatra

Miftakhul Hasanah
2026-02-06 13:15:20
Mengenal Theresia Agustina Sitompul, Seniman Partisipan Art for Sumatra
Theresia

Pameran Art for Sumatra menghadirkan sejumlah seniman dari berbagai latar praktik untuk merespons isu, ingatan, dan realitas sosial yang berkaitan dengan Sumatra. Pameran ini menjadi ruang pertemuan gagasan sekaligus solidaritas, di mana seni tidak hanya tampil sebagai ekspresi visual, tetapi juga sebagai medium refleksi dan kepedulian. Salah satu seniman yang turut berpartisipasi dalam pameran ini adalah Theresia Agustina Sitompul, perupa asal Indonesia yang dikenal melalui praktik seni grafis berbasis memori dan pengalaman personal.

Theresia Agustina Sitompul lahir pada 1981 dari latar budaya Batak. Ia menempuh pendidikan Seni Rupa, jurusan Seni Grafis, di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta sejak jenjang sarjana hingga pascasarjana, dan saat ini tengah melanjutkan studi doktoral di institusi yang sama. Selain aktif berkarya, Theresia juga berperan sebagai pengajar seni grafis serta terlibat dalam berbagai inisiatif dan kolektif seni di Yogyakarta.

Dalam praktik artistiknya, Theresia banyak mengeksplorasi seni grafis dan media berbasis cetak dengan menjadikan ingatan sebagai medium utama. Karya-karyanya berangkat dari pengalaman hidup sehari-hari yang kerap diterima begitu saja sebagai kebenaran sosial, kemudian diolah melalui proses mengingat, mengulang, dan menafsir ulang. Melalui pendekatan ini, Theresia membangun dialog antara masa lalu dan masa kini, menghadirkan karya sebagai ruang perenungan yang menolak lupa.

Dimensi personal menjadi fondasi penting dalam penciptaan karyanya. Pengalaman spiritual, kehidupan personal, serta posisinya sebagai perempuan dan ibu turut membentuk bahasa visual yang intim dan reflektif. Pengaruh desain dan budaya populer juga hadir sebagai elemen yang memperkaya narasi visual, menjadikan karya-karyanya sebagai refleksi mendalam tentang identitas dan kehidupan sehari-hari.

Partisipasi Theresia dalam Art for Sumatra menandai konsistensinya dalam menghadirkan praktik seni yang berpijak pada pengalaman personal namun memiliki relevansi sosial yang luas. Ke depan, kiprah Theresia juga akan berlanjut di kancah internasional melalui partisipasinya dalam Venice Biennale, sebuah ajang seni paling bergengsi di dunia. Kehadiran Theresia di forum global ini sekaligus mempertegas posisi praktik seni grafisnya dalam lanskap seni kontemporer internasional.


Share :