Sejarah Lengkap Rebo Wekasan yang Dipercaya Hari Penuh Kesialan

Sejarah Lengkap Rebo Wekasan yang Dipercaya Hari Penuh Kesialan

Yuli Nopiyanti
2020-10-14 17:09:46
Sejarah Lengkap Rebo Wekasan yang Dipercaya Hari Penuh Kesialan
lustrasi Orang Sedang Berdoa

Dalam kalender Hijriyah dan Jawa, hari ini adalah Rabu terakhir di bulan Safar sebelum memasuki bulan Maulid atau Maulud atau Rabiul Awal. Tidak sedikit masyarakat yang melakukan hal-hal yang tidak biasa sebagaimana hari-hari lainnya. 

Mulai dari bersedekah, sholat sunnah, makan-makan, hingga minum air rendaman kertas yang ditulis khusus dengan huruf Arab (jimat). Semua dilakukan karena berharap perlindungan dari Allah dan diselamatkan dari malapetaka.

Baca JugaIstilah Rebo Wekasan atau Hari Rabu Terakhir di Bulan Safar

Rabo Wekasan ini merupakan tradisi ritual yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir bulan Shafar, guna memohon perlindungan kepada Allah Swt dari berbagai macam malapetaka yang akan terjadi pada hari tersebut.

Tradisi ini sudah berlangsung secara turun-temurun di kalangan sebagian besar masyarakat muslim Jawa, Sunda, Madura, dan lainnya.

Bentuk ritual Rebo Wekasan meliputi empat hal; (1) shalat tolak bala’; (2) berdoa dengan doa-doa khusus; (3) minum air jimat; dan (4) selamatan, sedekah, silaturrahin, dan berbuat baik kepada sesama.

Sebagian masyarakat meyakini di hari itu pula (Rabu Pungkasan) ALLAH menurunkan ke dunia yang dijelaskan dalam beberapa Kitab-Kitab Sebanyak 360.000 macam bala atau musibah, baik kecil atau besar, termasuk apes.

Asal-usul tradisi ini bermula dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi (w.1151 H) dalam kitab “Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf Li Naf’il ‘Abid Wa Qam’i Kulli Jabbar ‘Anid (biasa disebut: Mujarrobat ad-Dairobi). Anjuran serupa juga terdapat pada kitab: ”Al-Jawahir Al-Khams” karya Syeikh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar (w. th 970 H), Hasyiyah As-Sittin, dan sebagainya.

Dalam kitab-kitab tersebut juga disebutkan bahwa salah seorang Waliyullah yang telah mencapai maqam kasyaf (kedudukan tinggi dan sulit dimengerti orang lain) mengatakan bahwa dalam setiap tahun pada Rabu terakhir Bulan Shafar, Allah Swt menurunkan 320.000 (tiga ratus dua puluh ribu) macam bala’ dalam satu malam. 

Baca Juga: Niat dan Bacaan Lengkap Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan

Oleh karena itu, beliau menyarankan Umat Islam untuk shalat dan berdoa memohon agar dihindarkan dari bala’ tsb. Tata-caranya adalah shalat 4 Rakaat. 

Setiap rakaat membaca surat al Fatihah dan Surat Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, Al-Falaq dan An-Nas 1 kali. Kemudian setelah salam membaca doa khusus yang dibaca sebanyak 3 kali. Waktunya dilakukan pada pagi hari (waktu Dhuha).


Share :