Gunung Salak Terbelah Dua diungkap oleh BNPB dan PTNW. BNPB membantah Gunung Salak terbelah dua. Sama dengan BNPB, PTNW juga membantah hal tersebut. Menurut PTNW itu terlihat terbelah sebab longsor yang terjadi di hulu sungai.
Baca juga: Biografi dan Profil Lengkap Silvany Pasaribu, Diplomat Muda Indonesia yang Permalukan PM Vanuatu
Sebelumnya viral foto dan video yang menunjukan Gunung Salak tampak terbelah. Foto dan video yang viral di media sosial tersebut pun sempat gegerkan warga. Namun hal tersebut dibantah secara tegas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) dan juga Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) Gunung Salak.
Berikut correcto.id himpun untuk Anda fakta-fakta Gunung Salak Terbelah Dua menurut BNPB dan PTNW.
1. Tanggapan BNPB soal Gunung Salak Terbelah Dua
Kabar Gunung Salak Terbelah Dua dibantah oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN). Fakta nya yang terjadi bukan terbelah tapi longsor di Gunung Salak. Menurut BNPB yang tampak pada foto dan video adalah longsor yang dipicu oleh hujan lebat yang terjadi pada Senin lalu 21 September 2020.
Baca juga: Penetapan SNI Masker Kain, Pemerintah Tegaskan Berlaku untuk Zona Merah COVID-19
Kepala BNPB Doni Monardo menjelaskan longsor yang terjadi diakibatkan hujan lebat yang membuat Sungai Cikedung meluap. Hal tersebut menurutnya juga dipicu oleh kerusakan jalur sungai.
"Luapan Sungai Cikedung juga dipicu oleh rusaknya jalur sungai, seperti pendalaman dan pelebaran jalur sungai, serta kerusakan lain di bagian hilir," ungkap Kepala BNPB Doni Monardo dalam keterangan pers nya pada sabtu 26 September 2020.
2. Tanggapan PTNW soal Gunung Salak Terbelah Dua
Hal senada juga diungkap oleh oleh Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) Gunung Salak Ugur gursala. Menurutnya tidak benar Gunung Salak terbelah. Menurut keterangannya, yang terjadi sebenar nya di Gunung Salak adalah longsor yang terjadi di hulu sungai.
Baca juga: Potret Fenomena Gunung Salak Terbelah Dua, BNPB Harap Warga Waspada
"Bukan terbelah, tapi ada longsoran di hulu sungai. Kemungkinan akibat hujan sangat deras di puncak gunung salak disertai angin kencang," ungkap Ugur gursala, Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) Gunung Salak pada Minggu 27 September 2020.