Setelah Maria Pauline Lumowa, Fadli Zon Tantang Yasonna Amankan Djoko Tjandra

Setelah Maria Pauline Lumowa, Fadli Zon Tantang Yasonna Amankan Djoko Tjandra

Dedi Sutiadi
2020-07-10 15:48:47
Setelah Maria Pauline Lumowa, Fadli Zon Tantang Yasonna Amankan Djoko Tjandra
nggota Komisi I DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon. (Foto: Istimewa)

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon menantang Menkumham Yasonna Laoly untuk menangkap seluruh buronan kelas kakap termasuk Djoko Tjandra. Menkumham sebelumnya telah berhasil menangkap salah satu buron yakni Maria Pauline Lumowa yang terjerat kasus pembobolan kas bank BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif, namun hal tersebut justru dikritik mendapat kritikan dari Fadli Zon.

Baca juga: Fraksi PDIP DPR Copot Rieke Selaku Ketua Baleg, Sekarang Tanpa Jabatan di AKD

Menurutnya ada perbedaan dalam penanngana kasus ini. Dirinya menilai ada perlakuan yang berbeda dari kemenhumhan dalam melakukan pengejaran terhada buronan. Dirinya lantas membandingan bagaimana Memenhumham berbeda dalam menangani kasus pengejaran buron kasus korupsi cessie Bank Bali Djoko Tjandra dengan Maria Pauline Lumowa.

"Mestinya penanganan terhadap masalah-masalah buronan ini kan standarnya jelas sama, bukan sekadar selera dan juga treatment yang berbeda. Kelihatan sekali ada perbedaan, yang satu begitu mudah lolos dan bisa mendapatkan e-KTP, ini juga ada satu treatment khusus," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 9 Juli 2020.

Tidak hanya itu fadli juga mengingatkan agar para pembantu Preisden tidak terkesan unjuk kinerja sebab diterpa isu reshuffle kabinet. "Jangan sampai nanti orang menduga karena orang berlomba-lomba menonjolkan prestasinya karena takut di-reshuffle gitu," ujar Fadli.

Baca juga: Jokowi Tandatangani Perpres soal Kartu Prakerja

Terkait pengejaran Djoko Tjandra Menhumham menerangkan pihkanya tengah melakukan pengejaran. Pengejaran terseut tengah dilakukan oleh pihak kejaksaan. "Tentang Djoko Tjandra, Kejaksaan sedang memburu, kita bekerja sama. Kemarin ada info masuk di Indonesia, kita cek data perlintasan sama sekali enggak ada. Biar jadi penelitian selanjutnya," kata Yasonna saat memberikan keterangan pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis 9 Juli 2020.


Sumber: CNN Indonesia, Suara.com


Share :