Pemerintah Kota Surabaya menggelar Parade Juang 2026 untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema “Suroboyo Wani” yang mengajak masyarakat meneruskan nilai perjuangan melalui aksi nyata di kehidupan sehari-hari.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Parade Juang 2026 dibuka dengan pertunjukan teatrikal kolosal yang menggambarkan perjuangan arek-arek Suroboyo dalam menghadapi pasukan Sekutu. Pertunjukan tersebut menarik perhatian penonton dengan alur cerita yang membawa suasana dari kehidupan sehari-hari menuju situasi peperangan.
Dalam pertunjukan itu, kisah diawali dengan permainan bola yang diperankan oleh tokoh Soegiharto bersama kawan-kawannya. Suasana kemudian berubah mencekam ketika sirene berbunyi, menandai kedatangan utusan pemuda yang membawa kabar ultimatum dari Sekutu.
Cerita berlanjut saat seruan pertempuran dikobarkan oleh Kolonel Sungkono. Tokoh Soegiharto kemudian menukar sepatunya dengan senjata dan bergabung bersama laskar menuju markas Badan Keamanan Rakyat (BKR).
Salah satu adegan yang ditampilkan memperlihatkan Kolonel Sungkono menghampiri sosok Ibu Pertiwi yang dikelilingi Laskar Putri dan ibu-ibu Dapur Umum. Ia kemudian bersimpuh untuk memohon doa restu demi keselamatan para pejuang.
Melalui pertunjukan tersebut, masyarakat diajak kembali mengingat perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk peristiwa 10 November yang menjadi bagian penting sejarah pertempuran di Surabaya.
Eri Cahyadi menegaskan bahwa semangat perjuangan tidak boleh berhenti pada peringatan sejarah. Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah persoalan kemiskinan, pendidikan, dan perpecahan sosial.
“Selagi ada kemiskinan, selagi masih ada anak putus sekolah, maka kita belum merdeka. Dibutuhkan kebersamaan, kekeluargaan, dan toleransi untuk saling menjaga satu dengan yang lainnya,” ujar Eri.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga berbagai pemangku kepentingan, untuk bekerja sama tanpa mengedepankan kepentingan masing-masing.
Terkait tema “Suroboyo Wani”, Eri menjelaskan bahwa masyarakat Surabaya diharapkan berani mengambil peran sebagai pahlawan masa kini. Bentuknya tidak harus melalui perjuangan bersenjata, tetapi bisa dilakukan dengan membantu sesama, menjaga lingkungan, dan mendukung masyarakat yang membutuhkan.
“Surabaya warganya luar biasa. Harapan kita, bagaimana semua bisa jadi pahlawan. Dikarenakan kita arek Suroboyo, dilahirkan punya jiwa pahlawan. Jadi masyarakat, ayo kita bersama menjadi pahlawan untuk mengentaskan kemiskinan, mengentaskan anak putus sekolah, dan menjaga lingkungan,” katanya.
Melalui Parade Juang 2026, Pemkot Surabaya berharap nilai keberanian, persatuan, dan kepedulian sosial yang diwariskan para pahlawan dapat terus hidup dan diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.






