Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 500 Sekolah Rakyat dapat beroperasi pada 2029 untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbawah.
Program pendidikan berasrama ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan 2, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Pemerintah memperluas penyelenggaraan Sekolah Rakyat dari 166 menjadi 182 titik pada tahun ajaran 2026/2027. Perluasan ini ditargetkan dapat menampung lebih dari 43 ribu peserta didik dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Sementara itu, Sekretariat Negara menyebutkan target 500 Sekolah Rakyat akan dicapai secara bertahap hingga 2029.
Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu harus mendapatkan kesempatan belajar dengan fasilitas yang baik agar dapat membangun kepercayaan diri dan meraih masa depan yang lebih baik.
Sekolah Rakyat menyediakan pendidikan berasrama secara gratis, termasuk tempat tinggal, kebutuhan makan, seragam, perlengkapan sekolah, dan fasilitas pendukung lainnya.
Dengan dukungan tersebut, program ini diharapkan dapat membantu mengurangi hambatan ekonomi yang selama ini membatasi akses pendidikan bagi sebagian anak Indonesia.
Melalui perluasan program ini, pemerintah berupaya membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengembangkan potensi mereka sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.






