Rekaman suara yang disebut-sebut mirip dengan suara Nikita Mirzani masih menjadi perbincangan publik.
Rekaman tersebut dikaitkan dengan dugaan adanya upaya suap senilai Rp4 miliar dalam proses peninjauan kembali (PK) perkara yang sedang dihadapi sang artis.
Di tengah ramainya isu tersebut, Fitri Salhuteru akhirnya ikut angkat bicara. Mantan sahabat Nikita Mirzani itu mengaku sudah mendengarkan rekaman yang beredar, tetapi memilih tidak menyimpulkan apakah suara di dalamnya benar milik Nikita.
Menurut Fitri, seseorang yang sedang menghadapi persoalan besar biasanya akan berusaha mencari berbagai cara untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
Namun, ia menegaskan tidak memiliki kapasitas untuk memastikan keaslian rekaman tersebut.
''Kalau dibilang mirip ya mirip. Tapi soal benar atau tidaknya, bukan saya yang berhak menilai," ujar Fitri.
Sementara itu, dugaan suap tersebut pertama kali disampaikan oleh pihak Reza Gladys. Melalui kuasa hukumnya, Julianus Sembiring, mereka mengungkap telah mengajukan surat permohonan kepada Ketua Mahkamah Agung sebagai bentuk permintaan perlindungan terhadap independensi majelis hakim yang akan menangani permohonan PK Nikita Mirzani.
Pihak Reza Gladys menyampaikan kekhawatiran adanya dugaan tindakan yang dapat memengaruhi proses pemeriksaan perkara.
Karena, mereka meminta agar jalannya proses hukum tetap berlangsung secara independen dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga kini belum ada kepastian mengenai keaslian rekaman suara yang beredar maupun identitas pemilik suara tersebut. Seluruh dugaan yang muncul masih menjadi bagian dari proses yang belum dibuktikan di pengadilan.
Di sisi lain, kuasa hukum Reza Gladys juga menegaskan bahwa pengajuan peninjauan kembali maupun pelaporan ke Komisi Yudisial merupakan hak setiap pihak yang berperkara dan telah diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku.






