Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) melakukan penjajakan kerja sama strategis di bidang semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) dalam agenda kunjungan ke India. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi digital dan meningkatkan daya saing industri teknologi nasional di tengah persaingan global.
Dalam pembahasan, semikonduktor menjadi salah satu fokus utama mengingat perannya yang vital dalam rantai pasok teknologi dunia. Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk masuk ke ekosistem industri chip, baik melalui pengembangan talenta, riset, maupun peluang investasi. Kolaborasi dengan India diharapkan dapat membuka akses transfer teknologi dan penguatan kapasitas produksi.
Selain semikonduktor, pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menjadi agenda penting. Kedua negara membahas peluang kerja sama dalam riset, pengembangan aplikasi berbasis AI, hingga peningkatan keterampilan sumber daya manusia di bidang digital. AI dipandang sebagai pendorong utama inovasi di sektor industri, layanan publik, dan ekonomi kreatif.
Wamenkomdigi menekankan pentingnya kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Sinergi ini tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga pada pembangunan ekosistem digital yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kerja sama lintas negara dianggap krusial untuk menghadapi tantangan disrupsi teknologi.
Langkah penjajakan ini diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih konkret ke depan, termasuk potensi investasi, program pelatihan, serta proyek riset bersama. Dengan kolaborasi yang terarah, Indonesia dan India berpeluang memperkuat posisi di sektor teknologi strategis yang semakin menentukan arah pertumbuhan ekonomi global.






