Insiden laut terjadi di perairan perbatasan ketika sebuah kapal berbendera Malaysia dilaporkan bertabrakan dengan kapal patroli milik Thailand. Peristiwa tersebut memicu respons cepat dari otoritas Thailand yang kemudian mengambil tindakan tegas terhadap kapal tersebut.
Menurut keterangan awal, tabrakan terjadi saat kapal patroli tengah melakukan pengawasan rutin di wilayah yang diklaim berada dalam yurisdiksi Thailand. Otoritas setempat menyebut kapal Malaysia diduga memasuki area terlarang sebelum insiden terjadi. Benturan tersebut menyebabkan kerusakan pada kapal patroli dan meningkatkan ketegangan di lokasi kejadian.
Sebagai langkah penegakan hukum, pihak Thailand memutuskan untuk menenggelamkan kapal Malaysia tersebut setelah proses evakuasi awak kapal dilakukan. Tindakan ini disebut sebagai bagian dari prosedur terhadap kapal yang dianggap melanggar aturan atau membahayakan keamanan perairan. Seluruh awak dilaporkan dalam kondisi selamat dan telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Insiden ini segera menjadi perhatian kedua negara mengingat sensitivitas isu perbatasan maritim di kawasan. Pemerintah Malaysia dan Thailand disebut tengah melakukan komunikasi diplomatik guna meredakan situasi serta memastikan penanganan berjalan sesuai hukum internasional.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti pentingnya koordinasi dan mekanisme bersama dalam pengawasan wilayah laut. Penguatan komunikasi bilateral dinilai krusial untuk mencegah insiden serupa terulang dan menjaga stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara.






