Viral Alumni LPDP Bangga Anak Jadi Warga Inggris, Melaney Ricardo Angkat Soal Identitas

Viral Alumni LPDP Bangga Anak Jadi Warga Inggris, Melaney Ricardo Angkat Soal Identitas

Frida Tiara Sukmana
2026-02-20 15:00:00
Viral Alumni LPDP Bangga Anak Jadi Warga Inggris, Melaney Ricardo Angkat Soal Identitas
Polemik Kewarganegaraan Picu Perdebatan/Foto: Instagram Threads @melaney_ricardo

Jakarta - Isu kewarganegaraan anak seorang alumni LPDP viral di media sosial. Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas mengumumkan kedua anaknya resmi berstatus British Citizen setelah menerima dokumen dari Home Office Inggris.


Dalam unggahannya, Tyas menyebut keputusan tersebut diambil demi masa depan anak-anaknya. Ia menegaskan tetap berstatus WNI dan merasa cukup dirinya saja yang memegang paspor Indonesia.


Pernyataannya, termasuk kalimat “cukup aku saja yang WNI”, memicu kritik karena dinilai menyinggung identitas kebangsaan. Statusnya sebagai alumni LPDP turut membuat polemik semakin sensitif, mengingat beasiswa tersebut bersumber dari dana negara.


Melaney Ricardo Beri Perspektif Pribadi



Polemik Kewarganegaraan Picu Perdebatan/Foto: Instagram Threads @melaney_ricardo


Di tengah ramainya perdebatan, Melaney Ricardo ikut bersuara melalui media sosial. Ia menyinggung isu WNA dan WNI yang sedang ramai diperbincangkan.


Melaney membagikan pengalamannya sebagai ibu dari dua anak dengan kewarganegaraan ganda. Menurutnya, anak-anaknya kelak harus memilih status kewarganegaraan saat berusia 18 tahun.


Namun, alih-alih menyoroti pilihan paspor, Melaney menekankan pentingnya identitas dan kebanggaan terhadap akar budaya.


Baca Juga: Billy Syahputra Ziarah Jelang Ramadan, Curhat Olga Tak Sempat Lihat Anaknya Sambut Bulan Suci, Billy Datangi Makam Sang Kakak



Tekankan Kebanggaan pada Jati Diri

Dalam pesannya, Melaney mengingatkan anak-anaknya untuk tidak melupakan darah Batak yang mengalir dalam diri mereka. Ia menyebut karakter “petarung” sebagai nilai yang harus dijaga, di mana pun berada.


Responsnya dinilai lebih menyoroti soal jati diri dan kebanggaan identitas, tanpa secara langsung mengomentari keputusan individu lain terkait kewarganegaraan.




Share :