3 Alasan BUMN Tidak Sponsori Formula E, Masalah Proposal Hingga Fokus G20

3 Alasan BUMN Tidak Sponsori Formula E, Masalah Proposal Hingga Fokus G20

Ajeng Conny Pradestina
2022-06-07 14:27:13
3 Alasan BUMN Tidak Sponsori Formula E, Masalah Proposal Hingga Fokus G20
Menteri BUMN Erick Thohir (sumber foto: dok. Kementerian BUMN)

Ajang balap mobil listrik Formula E telah selesai digelar di Jakarta E-Prix Circuit (JIEC) pada Sabtu (4/6/2022) sore WIB. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi sorotan usai dianggap tidak memberikan dukungan pada acara tersebut.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Menteri BUMN, Arya Sinulingga membantah kabar Kementerian BUMN tidak mendukung kegiatan balap tersebut.

Baca juga: Nobar Film Gatot Kaca, Erick Thohir Dukung Industri Film Indonesia Mendunia

“Pernyataan itu tidak benar karena tak ada kebijakan menghambat sponsorship bagi event yang dimaksud. Bahkan PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison), yang sebagian sahamnya turut dimiliki BUMN, telah menjadi salah satu perusahaan yang mendukung acara tersebut,” Ujar Arya, Jumat 3 Juni 2022.

Namun dibalik hal tersebut, terdapat beberapa alasan yang membuat perusahaan BUMN tidak terlibat dalam penyelenggaraan Formula E.

1. Proposal Diberikan Sebulan Sebelum Acara

Menurut Arya, kebanyakan dari perusahaan plat merah baru menerima proposal penyelenggaraan ajang Formula E pada saat sebulan menjelang acara digelar. Permasalahan waktu yang singkat menjadi salah satu penyebab perusahaab BUMN tidak dapat memberikan sponsor dalam acara tersebut.

Pada umumnya BUMN menerima proposal event besar berskala nasional dan internasional paling  cepat (minimal) tiga bulan sebelumnya atau bahkan setahun sebelumnya,” kata Arya.

Ketua Pelaksana Formula E Jakarta Ahmad Sahroni juga sempat mengungkapkan permohonan maaf jika proposal yang diberikan dianggap terlambat.

"Mohon maaf untuk Pak Menteri BUMN kalau dianggap terlambat, doakan kami lancar dan sukses," ungkap Sahroni.

2. Dibutuhkan Waktu Untuk Pengkajian Proposal Sponsor

Perusahaan BUMN memerlukan waktu untuk mengkaji proposal sponsorship yang diberikan, terlebih untuk mendukung agenda insternasional. Pengkajian tersebut memakan waktu yang berbeda-beda sesuai peraturan masing-masing perusahaan.

“Termasuk juga melakukan pengkajian secara kelayakan bisnis dan model kerjasama agar memenuhi prinsip good corporate governance (GCG),” tambahnya.

3. BUMN Sedang Fokus ke Acara G20

Arya menambahkan, Kementerian BUMN mendukung seluruh inisiatif yang memajukan sektor pariwisata nasional seperti MotoGP Mandalika 2022. Namun, ia menyebut bahwa saat ini BUMN sedang fokus pada perhelatan acara G20 yang akan digelar Oktober mendatang di Bali.

Baca juga: Bersih-Bersih BUMN, Kejagung Apresiasi Erick Thohir Tegakan Hukum

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, menurutnya BUMN saat ini telah terlibat dalam berbagai agenda di banyak tempat.

“Kita partisipasi di banyak tempat, ada G20, ada juga beberapa event yang ditugaskan," ujar Erick.


Share :

HEADLINE  

Ini Deretan Pengusaha Sukses Suka Bangun Masjid

 by Ramadhan Subekti

April 01, 2025 13:00:00


Prabowo, Titiek dan Didit : Maaf Lahir dan Batin

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 10:00:00


Prabowo dan Gibran Akan Salat ID di Masjid Istiqlal

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 01:00:00


Azizah-Arhan Nonton Timnas Indonesia, Andre Rosiade Dikerjai

 by Dimarirenal

March 26, 2025 15:10:00