Erick Thohir Tegaskan akan Copot Petinggi BUMN yang Tidak Ikut Bertransformasi

Erick Thohir Tegaskan akan Copot Petinggi BUMN yang Tidak Ikut Bertransformasi

Foto
Menteri BUMN, Erick Thohir (foto: Instagram/ Kompas)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara tegas menyampaikan akan mencopot petinggi BUMN yang tak mau ikut transformasi. Erick mengaku akan terus memantau sektor pangan dalam 1 tahun ke depan.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut 3 Pilar BUMN, dari Pembangunan Ekonomi hingga Lingkungan

Petinggi BUMN yang tidak ikut bertransformasi akan dicopot


Erick mengatakan, dirinya akan terus memantau sektor pangan dalam 1 tahun ke depan. Dan bagi petinggi BUMN yang tidak ikut bertransformasi akan dicopot.

"Saya akan sangat serius memantau pangan setahun ke depan dan mohon maaf yang tidak ikut transformasi pastinya akan saya bongkar, akan saya ganti," tegas Erick pada Selasa (19/10).

"Dan ini sudah banyak terjadi di banyak BUMN. Jadi nggak ada kaleng-kalengan ngomongnya. Saya pastikan, saya ganti," sambungnya.

Kebijakan tersebut dikatakan Erick bukan semerta-merta, melainkan belum lama ini ia mengajak petinggi dari 20 BUMN untuk bertemu dengan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Erick Thohir Masuk Capres Idaman PPP

Erick akan terus meihat hasil kerja petinggi BUMN


Mantan bos Inter Milan itu menjelaskan, ada 30 hingga 40 persen petinggi itu adalah direksi yang diangkat oleh Menteri BUMN periode sebelumnya.

"Dari 20, 30%-40% leadership yang dipilih oleh menteri sebelumnya, tidak saya ubah. Karena kita me-managing sesuatu bukan karena suka tidak suka. Tapi apa, hasilnya yang saya lihat," ujarnya.

Erick Sebut BUMN berkontribusi Rp377 triliun kepada negara selama pandemi


Erick mengatakan, selama pandemi, transformasi yang dilakukan BUMN sudah nampak hasilnya dan telah berkontribusi Rp377 triliun kepada negara.

"Tidak mungkin kita bicara transformasi BUMN hanya sekadar banner, hasilnya. Dan hasilnya terlihat hari ini. Apa, kita bicara, karena ini korporasi, kita bisa lihat kontribusi kita di kala COVID Rp 377 triliun," pungkasnya.