Ini Respon Kemenkes Soal Kaburnya Rachel Vennya dari Karantina yang Dibantu Oknum TNI, Tuntut Sanksi yang Tegas

Ini Respon Kemenkes Soal Kaburnya Rachel Vennya dari Karantina yang Dibantu Oknum TNI, Tuntut Sanksi yang Tegas

Foto
Respon Kemenkes Soal Kaburnya Rachel Vennya dari Karantina yang Dibantu Oknum TNI. foto: Instagram

Rachel Vennya yang merupakan seorang selebgram ternama Indonesia, telah kabur dari karantina di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta dengan bantuan seorang oknum TNI, usai kepulangannya dari luar negeri. Ini respon Kemenkes.

Kabar kaburnya, Rachel Vennya dari Wisma Atlet, Jakarta didapatkan dari unggahan di akun Instagram @playitsafebaby. 

Baca Juga:  Rachel Vennya Diduga Kabur dari Karantina Wisma Atlet, Hingga Satu Kamar dengan Salim Nauderer


Awal mula

Tentu saja, kabar kaburnya Rachel Vennya ini menghebohkan masyarakat dan para netizen di media sosial. Terlebih, dibantu oleh oknum TNI. 

Dalam unggahan akun Instagram, @playitsafebaby, terlihat bagaimana seseorang yang bertugas sebagai penginput data di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta hanya menjalani karantina selama 3 hari dari yang seharusnya dilakukan selama 8 hari.


Satu kamar dengan kekasih 

Lebih menghebohkan lagi, Rachel Vennya meminta untuk berada satu kamar dengan Salim Nauderer, kekasihnya dan belum ada ikatan pernikahan usai bercerai dengan Niko Al Hakim atau Okin beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Kabur Karantina, Rachel Vennya Ternyata Dibantu TNI, Terancam Hukuman 1 Tahun Penjara


Respon Kemenkes

Menanggapi selebgram Rachel Vennya yang kabur dari karantina di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta yang dibantu oleh oknum TNI, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, meminta kepada aparat untuk memberikan sanksi kepada Rachel Vennya dan oknum TNI yang membatu selebgram itu kabur dari karantina di Wisma Atlet Kemayoran.

Dalam kesempatan yang sama, Nadia Tarmizi juga meminta kepada masyarakat untuk mentaati semua peraturan soal kekarantinaan demi keamanan dan kebaikan bersama untuk mempertahankan penurunan kasus Covid-19.