Mengenal Dewi Srikandi, Tokoh Wayang Jawa Handal Olah Panah dan Memiliki Tekad Kuat

Mengenal Dewi Srikandi, Tokoh Wayang Jawa Handal Olah Panah dan Memiliki Tekad Kuat

Foto
Wayang Dewi Srikandi (foto: docplayer.info)

Mengenali setiap tokoh wayang Jawa merupakan salah satu hal yang menarik. Pasalnya, setiap kisah tokoh-tokoh wayang Jawa itu memiliki makna yang dapat dipetik untuk jadi pembelajaran. 

Nah, kali ini kita akan membahas salah satu tokoh wayang Jawa bernama Dewi Srikandi. Bagi kamu yang ingin mengenali tokoh wayang ini, langsung saja simak berikut ini:

Baca Juga: Mengenal Dewi Subadra, Tokoh Wayang Jawa Cantik Jelita dan Setia

Silsilah Dewi Srikandi


Dalam pewayangan, Dewi Srikandi disebut putri kedua dari pasangan Prabu Drupada dari Kerajaan Cempalaradya dan Dewi Gandawati. Dewi Srikandi mempunyai kakak bernama Dewi Drupadi alias Dewi Krisna dan juga mempunyai adik laki-laki bernama Drestajumena.

Dewi Srikandi merupakan istri dari Arjuna. Namun, pernikahannya dengan Arjuna tidak menghasilkan buah hati.

Baca Juga: Mengal Dewi Anjani, Tokoh Wayang Jawa Sangat Cantik Bak Bidadari

Wujud dan Sifat Dewi Srikandi


Dalam pewayangan, Dewi Srikandi disebut memiliki sifat tekad yang kuat, percaya diri, lemah lembut, keibuan, dan emosional. Sosoknya juga disebut sangat handal olah panah setelah dirinya diajari Arjuna.

Soal wujud Dewi Srikandi dikenal tidak begitu cantik, bahkan sosoknya digambarkan seperti laki-laki. Hal ini disebabkan Dewi Srikandi sering berteman dengan laki-laki.

Baca Juga: Mengenal Dewi Sri, Tokoh Wayang Jawa Berparas Cantik dan Berwatak Murah Hati hingga Bijaksana

Kisah Dewi Srikandi


Dalam pewayangan, Dewi Srikandi sangat gemar dalam olah keprajuritan dan mahir dalam mempergunakan senjata panah. Kepandaian tersebut didapatnya ketika berguru pada Arjuna, yang kemudian menjadi suaminya.

Dewi Srikandi menjadi suri teladan prajurit wanita. Ia bertindak sebagai penanggung jawab keselamatan dan keamanan kesatrian Madukara dengan segala isinya.

Dalam perang Bharatayuddha, Dewi Srikandi tampil sebagai senapati perang Pandawa menggantikan Resi Seta, kesatria Wirata yang telah gugur untuk menghadapi Bisma, senapati agung balatentara Korawa.

Dengan panah Hrusangkali, Dewi Srikandi dapat menewaskan Bisma, sesuai kutukan Dewi Amba, putri Prabu Darmahambara, raja negara Giyantipura, yang dendam kepada Bisma.

Dalam akhir riwayat Dewi Srikandi diceriterakan bahwa ia tewas dibunuh Aswatama yang menyelundup masuk ke keraton Astina setelah berakhirnya perang Bharatayuddha.