Politisi PDIP sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta Manuara Siahaan menyebut warga menyayangkan Pemerintah DKI Jakarta malah menggelontorkan uang untuk gelaran Formula E saat pandemi Covid-19.
Lebih lanjut, politisi PDIP itu juga telah mengaku pihaknya telah melakukan simulasi potensi kerugian keuangan daerah akibat penyelenggaraan Formula E Jakarta saat kebutuhan modal hingga pendidikan meningkat.
Baca Juga: Awal Mula Formula E Menjadi Trending di Twiiter, Berawal Temuan BPK hingga Kritikan Pengamat Politik
Potensi kerugian
Manuara Siahaan yang merupakan anggota DPRD DK Jakarta Fraksi PDIP menyebut, Pemprov DKI Jakarta harus membayar uang sebesar Rp2.354 triliun sebagai commitment fee kepada Formula E Operation (FEO) Ltd.
Ditambah, terdapat biaya Rp1.239 triliun untuk pelaksanaan Formula E begitu juga uang sebesar Rp 890 miliar sebagai bank garansi untuk lima musim.
Baca Juga: Awalnya Ajang Balap Formula E di Monas, Wagub DKI Cari Alternatif Lokasi Lain
Bersifat multiyers
Karena gelaran Formula E Jakarta bersifat multiyers, politisi PDIP itu ungkapkan, keuangan daerah DKI Jakarta berpotensi rugi sebanyak Rp 1,3 triliun selama lima musim.
Jika ajang balap mobil listrik itu jadi digelar pada Juni 2022 maka akan mengalami kerugian sebanyak Rp 106 miliar.