Awalnya ajang balap formula E akan diadakan di Monas, Wagub DKI cari alternatif lokasi lain.
Pasalnya Jakpro dan Pemprov DKI masih mencari alternatif lokasi balap Formula E yang ditunda ke 2022 mendatang.
"Awalnya kan kita sudah putuskan di Monas, tentu ini jadi kebijakan sementara ini. Namun demikian, terus kita lakukan kajian apakah ada tempat lain dan sebagainya," ujar Riza.
Dalam hal ini, lanjut dia, para panitia dan ahli yang paham dan lebih mengerti dan akan menyampaikan tempat yang terbaik.
Sebelumnya PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pihak penyelenggara akan mempertimbangkan lokasi untuk balap mobil listrik tersebut.
"Ya silakan saja dilakukan penelitian pengkajian mana tempat yang terbaik terakhir diputuskan di Monas nanti Jakpro bersama konsultan dan lain-lain dan penyelenggara akan menyampaikan tempat yang terbaik," ujarnya.
Taufiq menilai, untuk memenuhi aspek historis, arena Formula E harus menampilkan ikon-ikon Ibu Kota di kancah internasional.
Untuk itulah, pihaknya sedang mengkaji ulang venue ajang balapan mobil listrik itu. Tak hanya itu, Jakpro turut mempertimbangkan hasil audit BPK.
"Dari BPK tentu kita jadikan bahan pertimbangan. Itu kan masukan berharga dari BPK, jadi kita harus ikuti," lanjut Taufiq.
Dia menegaskan hingga kini belum ada keputusan pasti terkait lokasi final Formula E. Di sisi lain, Jakpro sempat meninjau tiga lokasi, yaitu Monas, Kemayoran, dan kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
Baca Juga: Daftar Komorbid Paling Baru yang Tak Dapat Divaksin Sinovac, Salah Satunya Imunodefisiensi Primer
Disisi lain Project Director Sportainment PT Jakpro, M Maulana mengatakan bahwa kendati Formula E mengalami penundaan, hal ini tidak akan berdampak buruk.
Sebab di sisi lain, imbuh Maulana, jika acara tersebut digelar akan berdampak bagi pendapatan ekonomi dan menggairahkan wisata setelah terpukul akibat Covid.
"Perhelatan event internasional di Jakarta akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan pendapatan asli daerah (PAD) di tbu kota kita," ucapnya.