Cerita Mistis Anggota Satpol PP Mengaku Bertemu Seorang Pria yang Dipercaya Jelmaan Syekh Brubuh

Cerita Mistis Anggota Satpol PP Mengaku Bertemu Seorang Pria yang Dipercaya Jelmaan Syekh Brubuh

Foto
Makam Syekh Brubuh Pacitan (foto: Detik.com)

Seorang anggota Satpol PP bernama Sundari (58) memiliki cerita mistis mengaku pernah bertemu dengan seorang pria misterius yang dipercaya jelmaan Syekh Brubuh. Dirinya mengatakan, peristiwa mistis itu terjadi pada awal tahun 2021.

Diketahui, sebagai anggota Satpol PP dirinya bertugas menjaga wisma atlet. Seperti kita ketahui, gedung di Jalan WR Supratman itu memang difungsikan sebagai tempat karantina pasien positif.

Baca Juga: Paranormal Mpuh Sembiring Sindir Dukun Palsu Agar tidak Cari Nama Soal Kasus Hilangnya Herlanda Gurning

Pada suata hari, Sundari piket bersama dua personel lain yang masing-masing dari Satpol PP dan BPBD. Pada saat asar usai kedua rekan Sundari minta izin melaksanakan tugas lain. Hal ini membuat Sundari tinggal seorang diri di pos jaga.

Ketika sadar belum melaksanakan salat asar, ibu dua anak itu pun bergegas mengambil wudhu. Darinya pun langsung melakukan salat di lantai beralaskan tikar dan sajadah. Usai salat dia masih sempat membaca Surat Yasin sebelum melipat mukena dan sajadah lalu menaruhnya kembali di rak.

Pada saat itu juga, ketika dirinya melihat keluar, Sundari mengaku melihat seorang pria mengenakan pakaian sorban serba hitam datang dengan berjalan kaki. Ketika Sundari pun langsung menemui pria itu.

Setelah bertemu, Sundari menanyakan apakah si tamu bermaksud menjenguk keluarga yang tengah karantina. Pria itu menjawab bahwa dirinya hanya numpang duduk.

Semakin penasaran, Sundari lantas menanyakan alamatnya, namun pria itu berbicara menggunakan Bahasa Jawa halus itu tak mau menjawab jelas. Pria itu hanya mengatakan bahwa dirinya tinggal tak jauh dari wisma atlet.

Baca Juga: Viral Video Penampakan Kuntilanak Merah di Pohon, Netizen Malah Ngaku Lihat Muka Perekam Lebih Horor

Merasa semakin aneh, Sundari pun membawa pembicaraan soal latar belakang keluarga. Salah satunya soal cucu Sundari yang masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri.

Pada saat berbincang soal cucu Sundari, pria wajah bersinar itu lantas mengatakan cucu Sundari sekolah dekat rumahnya. Sontak Sundari kaget karena sekolah cucunya belajar jauh dari permukiman dan tidak jauh dari komplek pemakaman umum Kucur serta makam Syekh Brubuh.

Pada saat itu juga Sundari menilai pria itu tidak orang biasa. Tidak sampai disitu, pria yang belum pernah dikenalnya juga meninggalkan beberapa petuah. Salah satunya agar dirinya lebih memperhatikan sang cucu terutama yang berkaitan dengan pengajaran nilai dan tata krama.

Pada saat menjelang senja suara qira'atil quran pun berkumandang dari masjid, pria itu pun segera mohon diri untuk pergi. Sundari melihat arah tujuan pria itu sebelah barat yang merupakan melewati jalan setapak dengan rimbun rerumputan di kanan kirinya.

Pada saat itu juga Sundari menawarkan bantuan mengantar dengan motor, namun si pria itu tetap menolaknya. Hal ini membuat Sundari semakin penasaran. Dirinya pun nekat memberanikan diri mengikuti pria tua tersebut. 

Berjalan pelan-pelang, Sundari mengatur jarak sekitar 25 meter agar keberadaannya tidak diketahui. Pada saat itu cuaca mulai gelap namun Sundari masih bisa melihat jelas sosok sang kakek.

Sundari dan pria itu berjalan beriringan hingga hampir 300 meter atau tepatnya hingga seberang sungai dekat lokasi makam. Saat itu juga kaki Sundari terantuk batu hingga membuatnya hampir jatuh.

Baca Juga: Cerita Mistis Pasar Bubrah di Boyolali, Konon Sewaktu-waktu Terdengar Suara Misterius Bak di Pasar

Akibat tidak ingin kehilangan kesempatan memantau si pria misterius itu, Sundari segera bangkit. Dia mengarakhan pandangan matanya kembali di arahkan ke tempat pria tersebut terakhir berdiri. Namun pada saat itu juga Sundari tak melihat siapapun. Yang hanya dilihat adalah pepohonan rindang di antara cahaya temaram.

Pada saat perjalan pukang ke pos jaga, Sundari sambil berpikir jangan-jangan yang dirinya temui tadi Syekh Brubuh. "Sejak saat itu tiap habis salat 5 waktu saya selalu sempatkan baca Al Fatihah dan selawat. Saya tujukan kepada kedua orang tua, Nabi Muhammad, dan Syekh Brubuh," pungkasnya.