Fakta-fakta Varian Virus Corona Delta, Beradaptasi dengan Lingkungan hingga Lebih Bahaya

Fakta-fakta Varian Virus Corona Delta, Beradaptasi dengan Lingkungan hingga Lebih Bahaya

Foto
Ilustrasi Varian virus corona Delta lebih bahaya dan dapat beradaptasi dengan lingkungan. Foto: Pixabay

Varian virus corona Delta oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO ditetapkan lebih berbahaya dan beradaptasi dengan lingkungan. Berikut fakta-faktanya.

Selain lebih berbahaya, virus corona varian Delta ini juga sangat perlu diwaspadai.

32 Kasus di Indonesia

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan atau Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, mengkonfirmasi pada Minggu 6 Juni 2021, terdapat 32 kasus virus corona varian Delta di Indonesia.

Baca Juga: Cerita Haru Sorang Istri Korban Pemerkosaan oleh Mantan Bos Suami di Bengkulu

Selain itu, terdapat sebanyak 4 provinsi yang menjadi kemunculan varian Delta yang lebih berbahaya ini.

Provinsi itu adalah, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.

Diberi Nama B.1.617.2

Fakta varian virus corona Delta oleh WHO diberi nama B.1.617.2 yang muncul pertama kali di India dan kini mendominasi Inggris.

Ditemukan Oktober 2020

Virus corona varian Delta ini pertama kali muncul di India pada Oktober 2020 dan kini telah menyebar ke 62 negara, termasuk Indonesia.

Lebih Parah

Sebuah data di Inggris menyebutkan, virus corona varian Delta lebih parah.

Dilansir dari ABC News, Jumat 11 Juni 2021, meskipun bukti keparahannya masih awal, namun memerlukan perawatan yang lebih saat di rumah sakit.

Baca Juga: Cerita Mistis Eva yang Sempat Hilang di Gunung Abbo Sulsel, Tiba-tiba Tidak Sadar Setelah Buang Air Kecil

Beradaptasi dengan Lingkungan

Virus corona varian Delta ini mampu beradaptasi dengan lingkungan dan menjadi salah satu penyebab gelombang pandemi Covid-19 di berbagai negara di dunia. Seperti India.