KKB Papua Tinggalkan Surat di Lokasi Heli yang Dibakar, Isinya Menantang

KKB Papua Tinggalkan Surat di Lokasi Heli yang Dibakar, Isinya Menantang

Foto
KKB Papua Bakar Helikopter dan Tinggalkan Surat yang Berisi Menantang (foto: istimewa)

Dalam sepekan ini kelompok kriminal bersenjata (KKB) telah melakukan beberapa aksi yang sangat biadap. Mulai dari penembakan dua guru, membakar sekolah, memeras warga, hingga membakar heli kopter. Aksi-aksi KKB ini semua terjadi di Beoga dan Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Kapolda Papua Irjen Polisi Mathius D Fakhiri memastikan akan terus mengejar dan menangkap KKB itu. Dia juga menegaskan Aparat Kepolisian dan TNI tidak akan mundur selangkah pun untuk menegakkan aturan.

Baca Juga: Daftar Karya Seni di Jalanan Jakarta yang Harganya Fantastis, Terbaru Tugu Sepeda

"Tentu kami akan kejar terus mereka. Mereka ini melanggar hukum. Aparat Kepolisian dan TNI tidak akan mundur selangkah pun untuk menegakkan aturan. Kita akan cari dan tangkap mereka," kata Irjen Fakhiri, Selasa (13/4/2021).

Diberitakan sebelumnya, KKB membakar helikopter milik PT Ersa Air yang terparkir di Bandara Aminggaru, Ilaga pada Senin (11/4/2021) yang lalu. Setelah membakar, KKB juga meninggalkan sepucuk surat berisi tantangan kepada aparat keamanan. KKB di bawah komando Lekagak Telenggen, dalam surat itu, meminta aparat keamanan memburu mereka.

Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Berikut Daftar Menteri yang Layak Diganti Menurut Survei IPO

"Dari Lekagak Telenggen dan Militer Murib, kalau mau kejar sekitar Ilaga ini. Salam Papua Barat," demikian bunyi surat tantangan tersebut.

Pihak Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III kepada wartawan membenarkan terkait temuan surat tantangan tersebut. Perwira Penerangan Kogabwilhan III Letkol Laut KH Deni Wahidin menyebut surat tersebut sebagai bentuk upaya Lekagak Telenggen dan Militer Murib menjadikan Ilaga sebagai daerah pertempuran.

Baca Juga: Ugal-Ugalan di Jalan, Sopir Bus Solo Trans Ditegur Gibran dan Langsung Disanksi

"Ini salah satu bentuk provokasi dari LT dan MM yang berusaha memancing aparat keamanan untuk melakukan pengejaran. Yang jelas aparat tidak mudah terprovokasi dan tidak mau masyarakat terus menjadi korban dari perbuatan-perbuatan keji KKSB," ujarnya dalam keterangan tertulis.