Arti dan makna puggahan, tradisi Jawa menyambut bulan Ramadhan. Tradisi punggahan ini biasanya dilakukan sehari atau dua hari sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Maka berikut correcto.id sajikan, arti dan makna punggahan yang jarang orang tahu. Simak selengkapnya di bawah ini!
Baca juga: 5 Tips Jitu Tak Takut Jarum Suntik saat Vaksinasi Covid-19, Beri Diri Sendiri Penghargaan
Arti Punggahan
Kata punggahan berasal dari bahasa Jawa yaitu Munggah, artinya naik. Maksutnya, naik disini adalah untuk menaikan derajat lahiriyah dan batiniyah manusia untuk menghadapi bulan suci Ramadhan.
Baca juga: Ciri-Ciri Orang yang Tengah Berhemat, Salah Satunya Membawa Bekal Meski Telah Terima Gaji
Makna Punggahan
1. Mempererat persaudaraan
Punggahan di dalam tradisi Jawa, dilakukan dengan bersama-sama disertai makanan yang dibawa oleh setiap keluarga di sekitar. Makanan itu disebut dengan takir dan akan dimakan bersama di Masjid. Makan bersama tersebut bermakna agar mempererat masyarakat di daerah tersebut dengan silaturahmi dan berutur sapa.
2. Ungkapan rasa syukur
Menurut Ustadz M. Faiz S.Pd.I, punggahan tersebut bermakna ungkapan rasa syukur kepada Allah atas umur panjang yang diberikan-Nya, sehingga dapat bertemu dengan bulan suci Ramadhan.
3. Sarana mendoakan orang terdahulu
Dalam tradisi punggahan, sebelum acara makan bersama, biasanya diisi dengan ceramah singkat, tahlil dan juga membaca surat yasin. Disitu jamaah akan mendoakan orang terdahulu yang sudah meninggal agar diringankan hisabnya.