Sebuah video memperlihatkan seorang wanita dipaksa telanjang pasca dituding sebagai pelakor viral di media sosial. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi di toilet kuburan di Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali.
Kejadian ini kini telah diketahui polisi dan kini sedang ditangani. "Sudah ada laporan dan masih dilakukan penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Paramagita, Jumat (8/4/2021).
Baca Juga: Fakta-fakta Tim Jordi Onsu Alami Kecelakaan Masuk Jurang Hingga Teriak Minta Tolong
Yogie menjelaskan, video itu diambil di toilet kuburan di Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara. Kejadiannya diperkirakan sekitar awal pekan ini.
Dalam video berdurasi 3 menit 18 detik itu, perekam video diduga adalah perempuan yang merupakan istri dari suami yang berselingkuh dengan perempuan yang dipersekusi itu.
Saat merekam, perempuan itu didampingi seorang pria dan perempuan yang belum diketahui identitas dan hubungannya dengan si perekam.
Baca Juga: Pengakuan Fransiskus Korban Bencana di NTT Ketika Presiden Jokowi Berikan Jaket Merahnya
Dengan amarah yang tak terbendung, si perekam memaksa perempuan itu membuka seluruh pakaian hingga telanjang bulat. Dia juga memaksa perempuan itu mengaku telah berhubungan intim dengan suaminya.
Berbagai perkataan kotor terus dilontarkan. Si perekam juga berusaha merampas handphone, tapi tidak diberikan. Karena ngotot, perempuan yang dipersekusi itu hanya menunjukkan aplikasi percakapan kepada si perekam.
Menurut Yogie, perempuan yang dipersekusi itu telah melapor dan dimintai keterangan. "Kita juga sudah panggil perempuan yang merekam video dan sejumlah saksi. Saat ini statusnya masih lidik," katanya.
Baca Juga: Kronologi KKB Pimpinan Nau Waker Tembak Mati 2 Guru dan Bakar Sekolah Dalam Seminggu di Papua
Sementara Kepala Lingkungan Awen Lelateng, I Putu Ardana mengatakan video yang beredar tersebut terjadi di Setra Baja Awen yang berada di wilayah Desa Pengambengan.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, video tersebut sudah beredar sejak tujuh hari lalu. Namun demikian, pihaknya baru mengetahui empat hari yang lalu.
Menurutnya, dari hasil penelusuran diketahui warga yang ditelanjangi berasal dari Desa Pengambengan. Sedangkan yang menyuruh dan merekam berasal dari Desa Cupel.