Seorang guru sekolah dasar (SD) bernama Oktovianus Rayo (43) di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Kamis (8/4/2021) pukul 09.30 WIT.
Tidak lama setelah melayangkan nyawa guru tersebut, sorenya KKB dikabarkan juga membakar sekolah di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.
Baca Juga: Meninggal Usia 99 Tahun, Nama Pangeran Philip Puncaki Trending Twitter
Berdasarkan informasi yang dihimpun Correcto.id adapun kronologinya, saat itu korban tengah menjaga kios miliknya. Namun tiba-tiba datang anggota KKB dengan membawa senjata laras pendek dan langsung menembak korban.
Korban ditembak dua kali yang mengenai rusuk kanan dan tembus sehingga korban meninggal dunia.
Melihat kejadian tersebut, kepala sekolah dan guru lainnya serta tetangga korban yang berada di TKP merasa ketakutan sehingga melarikan diri. Saat ini, kepala sekolah berinisial PM (50) dan tetangga korban seorang perempuan berinisial G sudah ditemukan masyarakat dalam keadaan aman.
Baca Juga: Pengakuan Fransiskus Korban Bencana di NTT Ketika Presiden Jokowi Berikan Jaket Merahnya
Pada hari yang sama tepatnya pukul 18.15 WIT, KKB kembali meluncurkan aksinya dengan membakar tiga sekolah di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Ketiga sekolah itu merupakan SD Jambul, SMP N 1 dan SMA 1 Beoga. Tak hanya itu, rumah guru juga ikut dibakar.
Penembakan KKB terhadap seorang guru kembali berulang setelah menembak mati guru SD dan membakar tiga sekolah. Dikabarkan, pada hari ini tepatnya Jumat, 9 April 2021 sekitar pukul 16.45 WIT, seorang guru dilaporkan ditembak oleh kelompok bersenjata itu hingga meninggal.
Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia mengatakan, korban bernama Yonatan Randen merupakan guru SMP Negeri 1 Beoga yang beralamat di Kampung Julukoma. Penembakan terhadap guru oleh KKB di Beoga ini merupakan yang kedua kalinya dalam sepekan ini.
"Benar telah terjadi penembakan terhadap guru SMP Negeri 1 Julukoma hingga korban meninggal dunia oleh kelompok separatis bersenjata," kata Kompol Nyoman, Jumat (9/4/2021).
Korban diketahui tertembak di rumahnya, yang berada di ujung Bandara Beoga.
Baca Juga: Fakta-fakta KKB Pimpinan Nau Waker Tembak Mati Guru dan Bakar Sekolah di Papua
Menurut keterangan Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Pol M Iqbal Alqudussy, aksi ini dilakukan KKB dari kelompok Nau Waker Ca setelah diburu pasukan gabungan TNI-Polri dalam Operasi Nemangkawi di Intan Jaya.
"TNI-Polri akan terus bergerak segera mungkin untuk mengejar KKB. Di mana TNI-Polri telah berhasil kuasai wilayah Waker di Intan Jaya kemarin," ujar Iqbal.