Mengenal Ayam Cemani, Ayam Mistis Dipercaya Dapat Tolak Bala

Mengenal Ayam Cemani, Ayam Mistis Dipercaya Dapat Tolak Bala

Ekel Suranta Sembiring
2020-09-20 11:18:02
Mengenal Ayam Cemani, Ayam Mistis Dipercaya Dapat Tolak Bala
Ayam Cemani (foto: Warta Ekonomi)

Ayam merupakan pilihan alternatif dari berberapa jenis hewan yang biasa di pelihara atau dikembangbiakan. Dalam beberapa tahun belakangan ini ada jenis ayam yang ternyata dihargai sampai puluhan juta rupiah, yaitu ayam kedu atau cemani.

Hal tersebut dikarenakan seluruh badan berwarna hitam, termasuk mata, tulang dan kukunya. Juga daging, jengger bahkan lidahnya. Sedang darahnya berwarna merah sampai merah tua.

Baca Juga: Kisah Mistis Pedangdut Ucie Sucita, Diganggu Suara Nenek hingga Melihat Telapak Kaki Gaib

Cemani dalam bahasa sansekerta berarti hitam. Konon, ayam cemani merupakan persilangan ayam hutan hijau dan ayam kampung biasa yang mengalami mutasi gen.

Sebenarnya tidak semua ayam kedu berwarna hitam legam. Setidaknya ada empat tipe yaitu, pertama, ayam kedu hitam dimana seluruh tubuh hitam tapi jengger dan kloaka (posterior) berwarna kemerahan.

Kedua, ayam cemani , dimana seluruh bagian tubuhnya memang hitam legam termasuk mata, kuku, posterior dan jengger.

Ketiga, ayam kedu putih yaitu seperti ayam kampung tapi warna bulunya putih, dan keempat, ayam kedu merah yaitu berbulu hitam namun berjengger merah.

Konon, ayam ini pertama kali dikembangkan oleh Ki Ageng Mangkuhan pada masa Majapahit. Ki Ageng membudidayakan ayam ini karena dianggap manjur sebagai obat daya tahan tubuh dan sebagai pelengkap ritual.

Baca Juga: Misteri Lukisan Bakul Jamu, Dipercaya Memiliki Kekuatan Magis

Masyarakat membagi cemani menjadi tiga fungsi mistis yaitu cemani widitra, cemani warastratama dan cemani kaikayi yaitu untuk penolak bala, sihir sampai untuk upacara adat. Apabila bulan baik tiba misalnya musim nikah atau khitan, banyak orang mencari ayam cemani atau ayam kedu.

Jika tidak bulan baik, ada saja orang yang berasal dari Wonosobo, Semarang, Yogyakarta dan sebagian Jatim, datang mencari ayam itu sebagai pelengkap ritual yaitu upacara untuk menghindari santet, agar dagangan bisa laris atau jualannya sukses.

Meski berhasil dibudidayakan, harganya jauh lebih tinggi dibanding ayam kampung biasa karena ayam ini memang sulit diperoleh. 

Dikutip dari mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com, sepasang anakan ayam cemani harganya mencapai Rp500–750 ribu, sedangkan sepasang indukan cemani harganya satu juta rupiah sampai belasan juta.

Harga ini tidak terlalu mahal dibanding tahun 1997 sampai tahun 2010 dimana harga indukan mencapai Rp25 – 40 juta dan anakan mencapai Rp125–550 ribu.

Telurnya dihargai Rp80–100 ribu perbutir. Meski begitu orang yang mencari akan membelinya karena sangat penting bagi mereka. Harga ini memang mengikuti ketersediaan populasi cemani di masyakarakat.

Baca Juga: Kisah Mistis Seorang Anggota BPBD Samarinda, Mengaku Mengalami Kejanggalan saat Mengabil Dokumentasi Pemakaman Covid-19

Pada akhir tahun 1985 jumlah cemani di Temanggung dan Magelang berkisar antara 8.500 ekor. Saat 1997 – tahun 2009, populasinya melorot dan hanya berkisar 2.000 ekor.

Sejak 2010 sampai sekarang popolasi cenderung normal walau masih berkisar antara 8.000 ekor. Sekitar 130 usaha rumahan milik penduduk Kedu dan Kalikuto berhasil mengembangbiakkan ayam ini sehingga populasinya kembali meningkat seperti tahun 1985 dan harganya tak sampai melonjak di luar nalar.

(Berbagai Sumber)


Share :