Menteri Airlangga Hartarto: 180 Juta Orang Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 di 2021

Menteri Airlangga Hartarto: 180 Juta Orang Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 di 2021

Ahmad Diponegoro
2020-08-20 17:43:44
Menteri Airlangga Hartarto: 180 Juta Orang Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 di 2021
Foto: Shutterstock

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah terus berupaya mempersiapkan produksi vaksin penangkal Covid-19 agar bisa didistribusikan kepada masyarakat 2021 mendatang.

"Pemerintah melihat situasi pandemi ini sebagai sesuatu yang sifatnya multiyears, tidak hanya satu tahun. Jadi kuncinya ada di dalam vaksin, sehingga pemerintah melihat vaksin ini diharapkan bisa ditemukan tahun depan," ujarnya dalam sebuah sesi webinar, Kamis 20 Agustus 2020.

"Dimana beberapa vaksin itu sedang clinical trial. Ada vaksin satu di Bandung, kemudian vaksin dua koordinasi di Jakarta, kemudian juga ada vaksin merah putih diharapkan (keluar) di kuartal 2 tahun depan," ucap dia.

Baca Juga: Bertambah 2.266, Kasus Positif Corona di RI Kini 147.211, 100.674 Orang Lainnya Sembuh

Penyuntikan vaksin, Airlangga menyatakan,  tidak dapat dilakukan dalam satu kali. Negara besar seperti Amerika Serikat dikatakannya telah mempersiapkan empat kali suntikan vaksin Covid-19 untuk penduduknya.

"Indonesia menyiapkan Rp 5 triliun tahun ini, tahun depan diperkirakan bagaimana 180 juta penduduk ini mempunyai akses terhadap imunisasi," jelas dia.

Indonesia harus bisa memvaksin sekitar 180 juta orang dalam dua kali suntikan. Artinya dibutuhkan 360 juta dosis, dan perlu dilakukan imunisasi untuk 1 juta orang per hari.

"Nah tentu kalau 1 juta vaksin ini kita memprioritaskan kepada daerah yang terdampak lebih dulu yang 8 daerah. Kemudian tentu secara bertahap dari grup usia. Kalau kita lihat dari batas usia, umur yang efektif antara 19-59 tahun," tuturnya.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir menargetkan, produksi vaksin Covid-19 bisa selesai awal 2021.

Erick mengatakan, penemuan vaksin merupakan prioritas selanjutnya setelah pemberian stimulus. Dia memproyeksikan, vaksin yang dikerjakan holding BUMN Farmasi PT Bio Farma (Persero) tersebut bakal selesai dan diberikan kepada seluruh masyarakat di awal tahun depan.

Menurut dia, penemuan vaksin tersebut merupakan kunci awal untuk kembali menumbuhkan aktivitas perekonomian. Oleh karenanya, ia juga mengimbau Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang sempat meminta prioritas pemerintah untuk bersabar sedikit.

Baca Juga: Fakta 42 Karyawan Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Corona, Ugas Irwanto: Pabrik Tak Ditutup

"Karena itu kemarin saya juga ketemu Kadin, kita sampaikan sabar. Karena setelah ini dilakukan baru kita bicara indonesia tumbuh," imbuh Erick.

"Jadi tidak ada yang salah dari Indonesia. Seakan-akan asumsi luar kita gatot, gagal total. Padahal kita ini sama baiknya. Kalau mau berdebat tingkat misalnya yang meninggal, kita balikan jumlahnya yang meninggal dan populasi, kita ini jauh lebih baik dari Amerika, Rusia, India," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pemerintah mengalokasikan Rp 169,7 triliun untuk anggaran kesehatan pada 2021. Jokowi menyebut anggaran tersebut termasuk untuk pengadaan vaksin.

"Anggaran kesehatan direncanakan sebesar Rp 169,7 triliun atau setara 6,2% APBN, diarahkan terutama untuk peningkatan dan pemerataan dari sisi supply, serta dukungan untuk pengadaan vaksin," jelas Jokowi.

Tak hanya itu, anggaran kesehatan disiapkan untuk meningkatkan nutrisi ibu hamil dan menyusui, balita, penanganan penyakit menular, serta akselerasi penurunan stunting. Kemudian, untuk perbaikan efektivitas dan keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional.

"Serta penguatan pencegahan, deteksi, dan respons penyakit, serta sistem kesehatan terintegrasi," ucap Jokowi. 

Sekedar informasi, penyebaran virus corona di Indonesia semakin tidak terkendali. Data per Kamis 20 Agustus 2020,  terjadi penambahan 2.266 kasus positif virus corona.  

Dengan begitu,  jumlah kasus positif virus corona di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 147.211, dari yang sebelumnya 144.945 kasus. 

Kemudian, pasien yang meninggal sebanyak 72 jiwa, sehingga totalnya menjadi 6.418 jiwa, dari yang sebelumnya 6.346 jiwa.   

Kabar baiknya,  pasien positif virus corona yang sembuh sebanyak 2.017 orang. Sehingga, saat ini pasien yang sembuh dari COVID-19 di Indonesia totalnya 100.674 orang, dari yang sebelumnya 98.657 orang.  





Sumber: Liputan 6, Kumparan, Detik


Share :