Dua Polisi Gadungan di Senayan Dicokok Polisi sebab Resahkan Warga

Dua Polisi Gadungan di Senayan Dicokok Polisi sebab Resahkan Warga

Dedi Sutiadi
2020-06-27 18:15:00
Dua Polisi Gadungan di Senayan Dicokok Polisi sebab Resahkan Warga
Ilustrasi polisi gadungan. (Foto: Istimewa)

Dua orang polisi gadungan di Senayan, Jakarta Selatan akhirnya dicokok polisi sebab meresahkan warga. Keduanya kerap kali melakukan tindak pemerasan kepada warga dengan mengaku sebagai polisi.

Terangka adalah Hanbastian (27) dan Hermansyah (32), keduanya ditangkap polisi sebab tindakan kriminal pemerasan. Dalam aksinya menuduh calon korban melakukan transaksi narkoba kemudian para korban diminta untuk mengumpulkan barang barang berharga.   

Saat melancarkan aksinya salah satu pelaku menunjukan senjata api untuk meyakinkan korbanya. Kedua pelaku kerap melakukan aksinya di trotoar depan SMA 24, Jalan Gelora, Senayan, Jakarta Pusat.

Menurut keterangan dari Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto pada sabtu 27 Juni 2002, pihknya membenarkan adanya kasus polisi gadungan yang melakukan tindak kriminal pemersan tersebut. 

Baca juga: Pelampiasan Birahi, Ayah di Banyuwangi Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil

Sementara keterangan dari Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Raden Muhammad Jauhari menjelaskan pihaknya telah mengusut tuntas aksi kedua pelaku dengan modus mencari anak anak muda yang nongkrong di jalanan tersebut. Setelah ada sasaran, kedua pelaku mendatangi korban dan menuduh mereka melakukan transaksi dan menggunakan narkoba.

"Tuduhan pelaku tempat itu sering dijadikan transaksi narkoba jenis sabu," kata Jauhari, Sabtu 27 Juni 2020.

Jauhari menyebutkan peristiwa itu terjadi pada Jumat 26 juni 2020 malam. Pelaku Hanbastian menakut-nakuti korban, Sedang pelaku Hermansyah menjaga para korban tidak ke mana- mana. Kedua pelaku membentak para korban untuk mengumpulkan barang barang bawaannya.

Baca juga: Sadis, Pencuri di Medan Bacok Korban hingga Bersimbah Darah Berhasil Ditangkap

Ketika pelaku hendak membawa barang barang milik para korban, salah seorang di antaranya sadar bahwa kedua pelaku adalah polisi gadungan, mereka lalu berteriak minta tolong hingga mengundang perhatian warga.

Di saat bersamaan ada anggota polisi yang bertugas tengah melintas dan langsung menangkap polisi dua polisi gadungan itu. Dari pengakuan kedua pelaku, mereka sudah lebih dua kali melakukan aksi kejahatan dengan berpura-pura sebagai polisi.

"Berdasarkan pengakuan motifnya karena permasalahan ekonomi. Masyarakat diminta tidak mudah percaya jika ada orang yang mengaku polisi dan melakukan pemerasan, harus meminta bukti keanggotaan," pungkas Jauhari.


Share :