Banyak Pihak, Menanti Sikap Mendikbud, Nadiem Dalam Menangani Kebijakan Sekolah di Tengah Pandemi

Banyak Pihak, Menanti Sikap Mendikbud, Nadiem Dalam Menangani Kebijakan Sekolah di Tengah Pandemi

Dedi Sutiadi
2020-06-06 14:42:11
Banyak Pihak, Menanti Sikap Mendikbud, Nadiem Dalam Menangani Kebijakan Sekolah di Tengah Pandemi
Ilustrasi proses belajar di tengah suasana pandemi. (Foto: Istimewa)

Masyarakat menanti kebijakan Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI terkait prises belaar mengajar di tengah pandemi. Sejumlah daerah justru sudah lebih dulu mennyatakan sikap tersbeut, namun Mendikbud Nadiem Anwar Makarim sejuah ini masih belum menyatakan sikap. 

Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim secara lugas mengaih janji Nadiem prihal keputusan Kemendikbud dalam hal pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, Ingatkan Pemerintah Agar Jangan Coba-coba Buka Sekolah Sebelum Covid19 Berkahir

"Apakah sekolah akan dibuka di zona hijau dengan protokol kesehatan? Atau perpanjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sampai Desember? Atau bagaimana?" ujar Satriwan melalui keterangan pers dikutip Jumat 5 Juni 2020.

Sebelumnya Nadiem telah mengemukakan bahwa keputusan pembukaan sekolah bukan menjadi keputusan Kemendikbud. Pernyataan tersebut Nadiem nytakan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI, pada 20 Mei lalu.

Menurutnya persolan pembukaan sekolah di tengah pandemi adalah persoalan kesehatan bukan pendidikan. 

"Penanganan skenario apa pun (soal pembukaan sekolah) terus jadi suatu diskusi dengan pakar-pakar dan tentunya keputusan itu masih dalam gugus tugas bukan di Kemendikbud," katanya.

Baca juga: Jokowi Ungkapkan Belum Putuskan Buka Sekolah di Tengah Pandemi

Namun menurut FSGI, kata Satriwan, menilai Kemendikbud tidak bisa diam melihat perkembangan situasi yang ada saat ini.

"Ini terkesan jalan masing-masing. Daerah tak bisa seperti itu. Kemdikbud juga jangan diam saja, seolah lepas tangan. Memberikan kebebasan kepada daerah dan sekolah," ucap Satriwan.


Share :