Riset Harvard Business School Ungkap Dampak Besar AI terhadap Dunia Kerja

Riset Harvard Business School Ungkap Dampak Besar AI terhadap Dunia Kerja

Dimarirenal
2026-05-13 09:50:00
Riset Harvard Business School Ungkap Dampak Besar AI terhadap Dunia Kerja
Sumber Foto : Istimewa

Perkembangan teknologi AI generatif mulai membawa perubahan besar di dunia kerja. Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru dari Harvard Business School yang meneliti bagaimana kehadiran AI memengaruhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.



Penelitian berjudul Displacement or Complementarity? The Labor Market Impact of Generative AI itu dilakukan oleh Suraj Srinivasan bersama tim peneliti dari Hong Kong University of Science and Technology dan Ohio State University. Mereka menganalisis jutaan data lowongan pekerjaan di Amerika Serikat sejak 2019 hingga Maret 2025.



Hasilnya menunjukkan perubahan yang cukup signifikan sejak kemunculan ChatGPT pada akhir 2022. Pekerjaan yang berisi tugas repetitif dan terstruktur mengalami penurunan permintaan hingga 13 persen. Sebaliknya, profesi yang membutuhkan kemampuan berpikir analitis, kreativitas, dan keahlian teknis justru mengalami peningkatan sekitar 20 persen.



Sektor teknologi dan keuangan menjadi bidang yang paling terdampak oleh perkembangan AI generatif. Meski begitu, para peneliti menilai AI tidak sepenuhnya menggantikan manusia. Teknologi ini justru membuka peluang baru bagi pekerjaan yang mampu berkolaborasi dengan sistem AI.



Beberapa profesi seperti analis keuangan, mikrobiolog, hingga neuropsikolog klinis disebut menjadi contoh pekerjaan yang bisa berkembang bersama AI. Dalam banyak kasus, AI digunakan untuk membantu mengolah data dan mempercepat analisis, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.



Penelitian tersebut juga menemukan adanya perubahan keterampilan yang kini mulai dicari perusahaan. Kemampuan seperti menulis prompt AI, memahami penggunaan teknologi AI, bekerja berdampingan dengan sistem otomatis, hingga komunikasi interpersonal menjadi semakin penting di dunia kerja modern.



Selain itu, kemampuan mengambil keputusan berdasarkan situasi dan membaca konteks dinilai akan menjadi nilai tambah yang sulit digantikan oleh mesin. Karena itu, perusahaan disarankan mulai melakukan pelatihan ulang bagi karyawan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat.



Profesor Srinivasan menegaskan bahwa AI generatif sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai alat pengganti manusia. Menurutnya, teknologi ini akan jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk memperkuat kemampuan manusia dan meningkatkan produktivitas kerja secara bersama-sama.


Share :
Tags : AITeknologi