Room Art Fair Jakarta 2026 menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati seni rupa di 25Hours Hotel Jakarta The Oddbird. Untuk pertama kalinya digelar di Jakarta, konsep unik ini mengubah 15 kamar hotel di lantai 10 menjadi ruang pamer bagi 13 galeri seni.
Digagas oleh Asosiasi Galeri Seni Indonesia (AGSI), acara ini bertepatan dengan perayaan Hari Seni Sedunia. Ketua AGSI, Maya Sujatmiko, menjelaskan bahwa konsep ini bertujuan mendekatkan seni kepada publik dengan cara yang lebih santai dan tidak mengintimidasi.
Menurutnya, masih banyak orang yang merasa “takut” datang ke galeri karena menganggap seni itu sulit dipahami. Lewat Room Art Fair, batas tersebut ingin dihilangkan dengan membawa galeri ke ruang yang lebih familiar seperti hotel. Hasilnya, pengunjung bisa menikmati karya seni dengan suasana yang lebih nyaman dan approachable.
Sebanyak 13 galeri ternama turut berpartisipasi, di antaranya ART:1, Nadi Gallery, Semarang Gallery, hingga ISA Art Gallery. Setiap kamar diisi berbagai karya dari banyak seniman, bahkan satu galeri bisa membawa hingga 20 karya sekaligus.
Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah rekayasa foto berbasis AI karya Esther Sutanto yang dipamerkan di kamar mandi, memberikan pengalaman visual yang tak biasa. Ada juga karya cat air dari Suanjaya Kencut dengan ciri khas ikon “kancing”, serta instalasi unik dari Sillyndris yang sekilas tampak seperti piring kotor namun penuh makna artistik.
Pameran ini berlangsung hingga 15 Mei 2026 dan menjadi kesempatan menarik bagi pecinta seni maupun masyarakat umum untuk menikmati karya seni dalam suasana yang berbeda. Room Art Fair bukan sekadar pameran, tapi juga langkah baru untuk menjadikan seni sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.





