Pihak Istana memberikan respons terkait dugaan penebangan hutan yang disebut-sebut menjadi salah satu pemicu banjir di kawasan Guci, Kabupaten Tegal. Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah pihak menyoroti kondisi lingkungan di sekitar daerah hulu yang dinilai mengalami perubahan tutupan lahan dalam beberapa waktu terakhir.
Istana menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan penelusuran menyeluruh untuk memastikan penyebab utama banjir. Evaluasi akan dilakukan dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait guna mengkaji faktor lingkungan, tata kelola lahan, serta kondisi cuaca ekstrem yang terjadi sebelum peristiwa banjir.
Menurut penjelasan yang disampaikan, banjir di wilayah pegunungan seperti Guci umumnya dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari intensitas hujan tinggi, kondisi tanah, hingga perubahan tata guna lahan. Oleh karena itu, pemerintah menilai perlu dilakukan kajian komprehensif sebelum menyimpulkan adanya kaitan langsung antara penebangan hutan dan bencana yang terjadi.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya penegakan aturan terhadap aktivitas pemanfaatan kawasan hutan. Jika ditemukan pelanggaran atau aktivitas ilegal yang berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan, langkah hukum akan ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku.
Istana memastikan bahwa upaya penanganan dampak banjir serta pemulihan lingkungan menjadi prioritas. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diminta untuk mempercepat langkah mitigasi dan memperkuat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.






