Awal Puasa 19 Februari: Penjelasan Ilmiah Pengamatan Hilal

Awal Puasa 19 Februari: Penjelasan Ilmiah Pengamatan Hilal

Yogi Maulana
2026-02-18 22:10:08
Awal Puasa 19 Februari: Penjelasan Ilmiah Pengamatan Hilal
Awal Puasa 19 Februari, Berikut Fakta Pengamatan Hilal

Penetapan awal puasa pada 19 Februari didasarkan pada hasil pengamatan hilal yang dilakukan di berbagai titik pemantauan. Pengamatan ini menjadi bagian penting dalam menentukan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, yang penetapannya mempertimbangkan aspek astronomis dan ketentuan syariat. Hilal diamati saat matahari terbenam untuk memastikan apakah bulan sabit pertama sudah memenuhi kriteria visibilitas.




Secara astronomi, ada beberapa parameter utama dalam pengamatan hilal, yakni tinggi bulan di atas ufuk, sudut elongasi antara bulan dan matahari, serta umur bulan sejak terjadinya ijtimak. Jika posisi hilal telah memenuhi kriteria yang disepakati, maka awal puasa dapat ditetapkan pada keesokan harinya. Namun, jika belum memenuhi batas minimal, maka bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari.




Pengamatan hilal umumnya dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu rukyat (observasi langsung menggunakan mata atau alat bantu optik) dan hisab (perhitungan astronomi). Pemerintah biasanya mengombinasikan keduanya dalam sidang isbat untuk memastikan keputusan yang diambil memiliki dasar ilmiah dan keagamaan yang kuat. Data hisab menjadi panduan awal, sementara hasil rukyat menjadi konfirmasi lapangan.




Dalam pelaksanaannya, pengamatan hilal melibatkan berbagai pihak, termasuk tim falak, ormas Islam, serta instansi terkait. Lokasi pemantauan dipilih berdasarkan pertimbangan geografis, seperti wilayah dengan cakrawala barat yang terbuka dan minim polusi cahaya. Kondisi cuaca juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan melihat hilal secara langsung.




Dengan mempertimbangkan seluruh data astronomis dan hasil pengamatan lapangan, awal puasa ditetapkan pada 19 Februari. Keputusan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam dalam memulai ibadah Ramadan. Masyarakat pun diimbau untuk menyikapi proses penetapan ini dengan pemahaman bahwa seluruh tahapan dilakukan melalui kajian ilmiah dan pertimbangan yang matang.


Share :

HEADLINE  

Clairmont Kembali Laporkan Codeblu, Klaim Rugi Miliaran Rupiah

 by Frida Tiara Sukmana

February 14, 2026 15:00:00


Dari Indonesia ke Asia, Estetika Retro Ardhira Putra Jadi Sorotan

 by Miftakhul Hasanah

February 06, 2026 16:30:00


Mengenal Theresia Agustina Sitompul, Seniman Partisipan Art for Sumatra

 by Miftakhul Hasanah

February 06, 2026 13:15:20


Howard Smith x Muklay, Saat Kecepatan Bertemu Ekspresi Seni

 by Miftakhul Hasanah

January 29, 2026 22:15:00