Robot berbasis figur Elon Musk dan Mark Zuckerberg dilaporkan laris terjual di kalangan kolektor teknologi dan seni futuristik. Produk ini bukan sekadar replika visual, melainkan menggabungkan unsur robotika, kecerdasan buatan, serta desain presisi yang merepresentasikan karakter tokoh teknologi dunia tersebut. Nilai jualnya pun mencapai miliaran rupiah, menjadikannya objek koleksi bernilai tinggi.
Robot-robot ini dikembangkan dengan detail yang menyerupai sosok aslinya, mulai dari gestur, ekspresi wajah, hingga kemampuan interaksi dasar. Beberapa unit bahkan dilengkapi sistem pembelajaran sederhana dan respons suara, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pajangan, tetapi juga sebagai simbol kemajuan teknologi humanoid.\
Tingginya harga jual dipengaruhi oleh proses produksi yang terbatas serta penggunaan teknologi mutakhir. Setiap unit dibuat dalam jumlah sangat sedikit, sehingga meningkatkan eksklusivitas di pasar kolektor. Faktor reputasi Elon Musk dan Mark Zuckerberg sebagai figur berpengaruh di dunia teknologi juga turut mendorong nilai ekonominya.
Fenomena ini menunjukkan meningkatnya minat pasar terhadap persilangan antara teknologi, seni, dan budaya populer. Robot figur tokoh terkenal kini dipandang sebagai investasi alternatif, bukan sekadar produk hiburan atau inovasi teknis semata. Kolektor melihat potensi nilai jangka panjang seiring berkembangnya teknologi robotika global.
Ke depan, tren robot figur berteknologi tinggi diperkirakan akan terus berkembang, seiring meningkatnya apresiasi terhadap karya yang menggabungkan identitas tokoh, kecanggihan teknologi, dan nilai eksklusif. Robot Elon Musk dan Mark Zuckerberg menjadi contoh bagaimana inovasi dapat bertransformasi menjadi komoditas bernilai tinggi di era digital.






