Dua brand fashion Indonesia, Bateeq dan Everyday berkolaborasi pamerkan bahan ramah lingkungan, yang cocok jadi koleksi fashion batik keren untuk anak muda.
Pada Rabu, 20 Juli 2022, Bateeq dan Everyday berkolaborasi hadirkan trunk show di Pasific Place, Jakarta.
Dua brand fashion tersebut sama-sama menghadirkan bahan fashion mereka yang ramah lingkungan. Dalam trunk show kali ini, Bateeq dan Everyday memamerkan koleksi fashion batik keren mereka yang cocok dipakai oleh anak muda.
Baca Juga: Kolaborasi Bateeq x Monez, Hadirkan Batik Modern Motif Alam
Kolaborasi Bateeq X Everyday
Seperti yang sudah disebutkan, Bateeq dan Everyday berkolaborasi hadirkan trunk show di Pasific Place, Jakarta, Rabu, 20 Juli 2022.
Bateeq sendiri adalah brand lokal sudah 9 tahun berkiprah di dunia fashion dan membawa budaya lokal Indonesia.
Sementara Everyday adalah salah satu brand baru di kancah fashion lokal dan koleksinya ini penuh warna dan langsung menarik perhatian karena keunikan meterialnya yang menggunakan kain surplus.
Bateeq Hadirkan Koleksi Subhumi
Dalam trunk show ini, Bateeq dan Everyday menghadirkan dua koleksi terbaru mereka. Di Bateeq, mereka menghadirkan koleksi Subhumi, yang merupakan hasil kolarobarsi Bateeq dan seniman asal Bali, Monez.
Di koleksi Subhumi, Bateeq menampilkan batik dengan motif palemahan. Miranti Mandasari selaku Brand Manager Bateeq, mengatakan visi dan misi Monez yakni ingin menghidupkan kembali budaya-budaya tradisional yang dikemas secara modern, sejalan dengan visi dan misi Bateeq. Alasan itulah yang membuat Bateeq berkolaborasi dengan seniman asal Bali ini.
"Motif yang dibuat dari hasil kolaborasi bersama Monez ada motif palemahan, segara dan paksi. Alasan kolaborasi sama Monez adalah karena sangat kental dengan tradisi Indonesia. Dalam visi misi Monez, berhasil mengimajinasikan kembali culture Indonesia dengan sangat tradisional tapi dikemas jadi lebih modern dan sejalan dengan visi misi bateeq," ucap Miranti.
Miranti juga menyampaikan harapannya agar koleksi Bateeq ini bisa terus dipakai oleh generasi muda. Miranti menyebutkan bahwa Bateeq akan terus menghadirkan koleksi batik modern, agar budaya Indonesia yang satu ini tidak hilang.
"Bateeq ingin koleksi kami bisa terus dipakai oleh generasi muda Indonesia, kita berpikir gimana supaya bisa terus-terusan relevan dengan generasi muda Indonesia, akhirnya kita twist nih batik yang selalu terkenal motifnya dengan sangat tradisional dan warna gold, jadinya kita twist jadi lebih modern dan fresh, jadi generasi muda bisa tetep pakai," ucapnya.
Miranti mengatakan alasan Bateeq yang memakai bahan rayon. Menurutnya, bahan rayon sangat nyaman untuk dipakai di cuaca yang panas seperti di Indonesia, khususnya Jakarta.
"Rayon jadi material utama karena fiber yang sustainable dan nyaman dipakai, jatuhnya juga bagus dan cocok utk dipakai di Indonesia apalagi Jakarta yang panas ini," pungkasnya.
Everyday Hadirkan Mysticle Garden
Sementara itu, Everyday menghadirkan koleksi Mysticle Garden di trunk show kali ini. Fian Afianti selaku Brand Manager Everyday mengatakan bahwa Everyday selalu berupaya untuk bertanggung jawab terhadap setiap koleksi yang mereka keluarkan.
Salah satunya adalah koleksi Mysticle Garden, yang 70 persen bahannya menggunakan kain surplus dengan teknik padu padan dengan beberapa kain.
"Everyday selalu berupaya utk responsible terhadap setiap koleksi yang kami keluarkan. salah satunya dengan koleksi mysticle garden, kita menggunakan 70 persen kain surplus dengan tekhnik padu padan dengan beberapa kain. kemudian ada juga motif lantanas yang warna kuning bunga-bunga utk menunjukkan mysticle gardennya, dan ini 100 persen menggunakan organic fabric. kalau untuk siluetnya, everday selalu menghadirkan keseharian daripada everyday wear, tentu ini kita supaya lebih wearable, timeless dan durable," ucap Fian.
Lebih lanjut, Fian mengungkapkan alasan mengapa Everyday memakai bahan surplus. Menurutnya, banyak kain-kain sisa yang tidak terpakai, daripada berdampak buruk pada lingkungan, Everdyday mengubah kain surplus tersebut dengan tampilan yang fresh dan modern.
Baca Juga: Karen, Batik Indonesia Tampil di Times Squere New York
"Kenapa pakai bahan surplus? karena banyak sourcing kain yang banyak tidak terpakai, daripada tidak bermanfaat dan berdampak buruk buat lingkungan, dan ini very challenging for us gimana caranya tetap bisa memanfaatkan kain-kain surplus ini dengan tampilan yang fresh, modern, durable yang bisa digunakan dalam segala occasion oleh para penikmat fashion," ujar Fian.