DPR Pertanyakan Kinerja ANTAM, dari Smelter Hingga Potensi Pembengkakan Biaya capai 100 Juta Dolar

DPR Pertanyakan Kinerja ANTAM, dari Smelter Hingga Potensi Pembengkakan Biaya capai 100 Juta Dolar

Alpandi Pinem
2021-12-03 09:25:42
DPR Pertanyakan Kinerja ANTAM, dari Smelter Hingga Potensi Pembengkakan Biaya capai 100 Juta Dolar
PT Antam tbk (Sumber Foto: TrenAsia)

Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih mengkritik keras PT Aneka Tambang Tbk dalam rapat dengar pendapat (RDP) membahas kinerja Aneka Tambang atau Antam Kamis (2/12/2021).

Baca Juga: ANTAM Ciderai Amanat UU Minerba, Proyek Strategis Tidak Efisien dan Salah Design

Antam Ciderai Amanat UU Minerba


Salah satu kritik keras yang di dapat oleh Antam yakni dari Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih mengkritik keras antam karena industri pertambangan itu banyak sekali yang menciderai daripada undang-undang Minerba.

"Jadi selama ini kalau kita melihat, industri pertambangan itu banyak sekali yang menciderai daripada undang-undang Minerba, disitu diamanatkan untuk mendukung program hilirisasi, daripada tambang itu sendiri. Akan tetapi banyak sekali pelaku ini kurang serius baik swasta maupun mohon maaf di BUMN. ANTAM salah satunya, yang tidak serius dalam melaksanakan amanat undang-undang ini" ucapnya.

Baca Juga: Fakta WHO Kritik Indonesia Adalah Sebuah Interpretasi yang Salah, Simak Video Lengkapnya

Proyek Strategis Tidak Efesien dan Lamban


Lebih lanjut Abdul Hakim Bafagih mengungkapkan bahwa ada beberapa proyek strategis itu sangat lamban, meskipun ada yang sudah jadi, namun tidak erfesien.

"Terbukti dari apa pak? Tadi paparan yang disampaikan ada beberapa proyek strategis yang itu lamban. Adapun yang sudah jadi, tidak efisien. Ada yang sudah jadi, salah design" ucapnya.

Abdul Hakim Bafagih mengungkapkan bahwa sangat konyol 3 tahun listrik tidak selesai dari target tahun 2019.

"Dari catatan kami, ada beberapa project, yang pertama project Feni, yang tadi disampaikan juga detailnya seperti apa, konyol juga 3 tahun masalah listrik tidak selesai. Harusnya 2019 sampai sekarang belum selesai, dari paparan yang disampaikan tadi, baru September 2022 karena menunggu relokasi daripada pembangkit listrik gas. Dan itu masih wacana, mudah-mudahan bisa lebih cepat daripada itu" ucapnya.

Baca Juga: Erick Thohir Jawab Semua Tudingan di Kick Andy Show, Cek Disini Lengkapnya

PT. Antam Bisa Mengakibatkan Pembengkakan Biaya 


Abdul Hakim Bafagih mengatakan bahwa defuse kontrak yang bisa mengakibatkan pembengkakan biaya yang mencapai sekitar 100 juta us dolar.

"Smelter kalau disingkat mungkin ya smelter SGAR gitu ya, grade alumina refinery, kami mendapatkan data, terealisasinya dengan sampai kita bertatap muka berjumpa dan berbicara ini, itu bisa diatas 40%. Tapi nyatanya hanya di 25%, tidak sampai 25 % tadi kalau tidak salah paparan 23%. Dan ada defused contract yang mengakibatkan bisa-bisa ada pembengkakan biaya, kalau tidak salah dengar tadi sekitar 100 juta pak ya Us- dollar" tegasnya.


Share :