Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gekrafs 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pengembangan industri kreatif di Indonesia. Kegiatan ini dihadiri berbagai pelaku industri, tokoh nasional, serta perwakilan komunitas kreatif dari berbagai daerah yang bersama-sama membahas strategi penguatan sektor ekonomi kreatif.
Dalam kesempatan tersebut, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi kreatif dunia. Menurutnya, kekayaan budaya, kreativitas generasi muda, serta perkembangan teknologi digital menjadi modal kuat yang harus dimaksimalkan untuk mendorong daya saing global.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan sektor ini. Dukungan kebijakan, akses pembiayaan, serta penguatan ekosistem industri kreatif disebut menjadi faktor utama agar karya anak bangsa mampu menembus pasar internasional.
Rakernas Gekrafs juga menjadi ruang diskusi bagi berbagai subsektor kreatif seperti film, musik, fesyen, kuliner, hingga konten digital. Para peserta membahas berbagai tantangan yang dihadapi sekaligus merumuskan langkah konkret agar industri kreatif Indonesia dapat berkembang lebih pesat.
Melalui forum ini, diharapkan muncul berbagai gagasan dan program strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan dukungan berbagai pihak, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan baru dalam peta ekonomi kreatif dunia.






