Bareskrim Sebut Irjen Napoleon Minta M Kece Tanda Tangan Surat Pencabutan Laporan

Bareskrim Sebut Irjen Napoleon Minta M Kece Tanda Tangan Surat Pencabutan Laporan

Foto
TERSANGKA PENISTAAN AGAMA MUHAMMAD KOSMAN ALIAS MUHAMMAD KECE MENJADI KORBAN PENGANIAYAAN IRJEN POL NAPOLEON BONAPARTE DI RUTAN MABES POLRI. (SUMBER FOTO: INT).


Baru-baru ini beredar surat permohonan pencabutan laporan polisi yang diduga dituliskan oleh Muhammad Kece dari Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Dia meminta Irjen Napoleon tidak lagi diproses secara hukum.

Dimana, adapun surat yang diduga dituliskan M Kece itu ditujukan kepada Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, pada 3 September 2021 lalu.

Bahkan, di dalam surat tersebut, tampak Kece meminta kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkannya terhadap Irjen Napoleon untuk bisa dicabut dan tidak diteruskan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Bareskrim Bantah M Kace Cabut Laporan Penganiayaan Irjen Napoleon

Bareskrim Bantah M Kace Cabut Laporan


Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi membantah adanya kabar Muhammad Kece telah mencabut laporan mengenai kasus penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon.

"Tidak ada permintaan pencabutan dari MK. Yang ada adalah surat permintaan maaf KC kepada NB," katanya.

Namun, kata Andi, Muhammad Kece hanya membuat surat permintaan maaf. Di mana, surat itu tak berpengaruh dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

"Yang ada adalah surat permintaan maaf KC kepada NB " kata Andi.

Andi mengungkapkan bahwa M Kece mengaku surat itu dibuat karena takut dianiaya lagi oleh Irjen Napoleon.

"Konteksnya karena takut dianiaya lagi oleh NB," ungkapnya.

Baca Juga: Ini Isi Surat M Kace yang Beredar Soal Cabut Laporan Penganiayaan Irjen Napoleon

Irjen Napoleon Minta M Kece Tanda Tangan Surat Pencabutan Laporan


Brigjen Andi buka suara mengenai beredarnya surat pencabutan laporan tersebut. Andi menyebut surat itu tidak ditulis oleh Kace, melainkan oleh tahanan lain atas perintah Irjen Napoleon.

"Itu bukan dibuat oleh Muhammad Kace, tapi oleh salah satu tersangka atas perintah Napoleon Bonaparte," ujar Andi, Sabtu (9/10/2021).

Lebih lanjut Andi mengtakan bahwa Kace dipaksa oleh Irjen Napoleon menandatangani surat itu.

"Bukan persoalan sah tau tidak sah. Korban tidak pernah mencabut laporannya. Korban disuruh tanda tangan," tuturnya.

Baca Juga: Fakta Irjen Napoleon Diduga Lumuri Kotoran ke Wajah Muhammad Kece, Selain Dipukul hingga Lebam

Berikut isi  surat Muhammad Kece:


Dengan hormat,

Bersama ini saya mengajukan permohonan pencabutan/menarik laporan polisi nomor: LP/B/0510/VIII/2021, tanggal 26 Agustus 2021 yang telah saya laporkan ke Bareskrim, dalam perkara tindak pidana penganiayaan terhadap diri saya.

Atas permohonan saya ajukan menarik kembali laporan polisi yang telah saya laporkan dikarenakan telah terjadi kesepakatan perdamaian antara saya dengan terlapor. Dan kami telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai dan kekeluargaan. Dan saya anggap perkara saya sudah tuntas dan saya berjanji tidak melanjutkan perkara ini ke sidang pengadilan.

Demikian surat pencabutan ini saya buat dalam keadaan sadar tanpa ada tekanan dari pihak mana pun

Atas terkabulnya surat ini, saya ucapkan terima kasih.