Baru-baru ini beredar surat permohonan pencabutan laporan polisi yang diduga dituliskan oleh Muhammad Kece dari Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Dia meminta Irjen Napoleon tidak lagi diproses secara hukum.
Dimana, adapun surat yang diduga dituliskan M Kece itu ditujukan kepada Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, pada 3 September 2021 lalu.
Bahkan, di dalam surat tersebut, tampak Kece meminta kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkannya terhadap Irjen Napoleon untuk bisa dicabut dan tidak diteruskan oleh pihak kepolisian.
Baca Juga: Ini Isi Surat M Kace yang Beredar Soal Cabut Laporan Penganiayaan Irjen Napoleon
Berikut isi surat Muhammad Kece:
Dengan hormat,
Bersama ini saya mengajukan permohonan pencabutan/menarik laporan polisi nomor: LP/B/0510/VIII/2021, tanggal 26 Agustus 2021 yang telah saya laporkan ke Bareskrim, dalam perkara tindak pidana penganiayaan terhadap diri saya.
Atas permohonan saya ajukan menarik kembali laporan polisi yang telah saya laporkan dikarenakan telah terjadi kesepakatan perdamaian antara saya dengan terlapor. Dan kami telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai dan kekeluargaan. Dan saya anggap perkara saya sudah tuntas dan saya berjanji tidak melanjutkan perkara ini ke sidang pengadilan.
Demikian surat pencabutan ini saya buat dalam keadaan sadar tanpa ada tekanan dari pihak mana pun
Atas terkabulnya surat ini, saya ucapkan terima kasih.
Baca Juga: Fakta Irjen Napoleon Diduga Lumuri Kotoran ke Wajah Muhammad Kece, Selain Dipukul hingga Lebam
Bareskrim Bantah M Kace Cabut Laporan
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi membantah adanya kabar Muhammad Kece telah mencabut laporan mengenai kasus penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon.
"Tidak ada permintaan pencabutan dari MK. Yang ada adalah surat permintaan maaf KC kepada NB," katanya.
Namun, kata Andi, Muhammad Kece hanya membuat surat permintaan maaf. Di mana, surat itu tak berpengaruh dalam proses penyelidikan dan penyidikan.
"Yang ada adalah surat permintaan maaf KC kepada NB (Napoleon Bonaparte)," singkat Andi.
Andi mengungkapkan bahwa M Kece mengaku surat itu dibuat karena takut dianiaya lagi oleh Irjen Napoleon.
"Konteksnya karena takut dianiaya lagi oleh NB," ungkapnya.