Mengenal Drona, Tokoh Wayang Jawa Sakti Namun Berwatak Tinggi Hati

Mengenal Drona, Tokoh Wayang Jawa Sakti Namun Berwatak Tinggi Hati

Ekel Suranta Sembiring
2021-10-08 03:18:24
Mengenal Drona, Tokoh Wayang Jawa Sakti Namun Berwatak Tinggi Hati
Wayang Drona (foto: Cerita Wayang)

Tokoh-tokoh wayang Jawa hingga saat ini masih saja menjadi salah satu hal yang menarik untuk mengenalinya. Pasalnya, sifat dan cerita dari setiap tokoh wayang itu memiliki nilai-nilai sosial yang dapat menjadi pelajaran.

Nah, kali ini kita akan membahas tokoh wayang Drona. Bagi kamu yang ingin mengenal lebih jauh tokoh wayang ini, bisa langsung simak berikut ini:

Baca Juga: Mengenal Dewi Kunti, Tokoh Wayang Jawa Memilki Sikap yang Sangat Cocok Dicontoh Para Ibu-ibu

Silsilah Drona

Drona bernama lengkap Bhagawan Drona merupakan anak dari Resi Baratmadya dan Dewi Kumbini. Ia mempunyai saudara seayah seibu bernama Arya Kumbayaka dan Dewi Kumbayani.

Drona dikisahkan mencintai seekor kuda betina jelmaan Dewi Wilutama, dia pun sempat terbawa nafsu dan menyetubuhi kuda itu hingga mengandung, dan kelak melahirkan seorang putra berwajah tampan tetapi mempunyai kaki seperti kuda yang kemudian diberi nama Bambang Aswatama.

Baca Juga: Mengenal Semar, Tokoh Wayang Jawa Punya Fisik Bulat dan Bersifat Jujur dan Tulus

Dikenal Sakti Namun Berwatak Tinggi Hati

Dalam pewayangan, Drona dikenal berwatak tinggi hati, sombong, congkak, bengis, banyak bicaranya, tetapi kecakapan, kecerdikan, kepandaian dan kesaktiannnya luar biasa serta sangat mahir dalam berperang.

Baca Juga: Mengenal Gatotkaca, Tokoh Wayang yang Dikenal dengan Julukan Otot Kawat Tulang Besi dan Jagoan Para Dewa


Fisik Drona

Pada saat masih muda, Drona digambarkan gagah dan tampan. Pakaian yang dikenakannya selalu mewah dan meyakinkan. Drona juga digambarkan selalu berkostum jubah Pandhita.

Di balik jubahnya itu, Drona suka menyalahgunakan kebaikan setiap orang yang minta pertolongan. Namun, untuk kepentingan Drona sendiri, ia sering bercerita tentang keberhasilannya dalam menolong sesama, sehingga para tamunya terbius oleh bujukannya.


Share :