Mengenal Kumbakarna, Tokoh Wayang Jawa Bertubuh Raksasa dan Bersifat Perwira

Mengenal Kumbakarna, Tokoh Wayang Jawa Bertubuh Raksasa dan Bersifat Perwira

Foto
Wayang Kumbakarma (foto: pinterest)

Mengenal tokoh-tokoh wayang Jawa hingga saat ini masih saja menjadi salah satu hal yang menarik. Pasalnya, kisah cerita dari setiap tokoh wayang itu memiliki nilai-nilai sosial yang dapat menjadi pelajaran.

Pada kesempatan ini, kita akan membahas tokoh wayang Kumbakarna. Bagi kamu yang ingin mengenal lebih jauh tokoh wayang tersebut, bisa langsung simak berikut ini:

Baca Juga: Mengenal Semar, Tokoh Wayang Jawa Punya Fisik Bulat dan Bersifat Jujur dan Tulus

Sisilah Kumbakarna 

Kumbakarna merupakan anak dari pasangan Wisrawa dan Kekasi. Kumbakarna memiliki saudara kandung bernama Rahwana, Wibisana dan Surpanaka. Semantara saudara tirinya bernama Kubera, Kara, Dusana, Kumbini.

Kumbakarna memiliki putera bernama Kumba dan Nikumba. Kedua puteranya itu gugur dalam pertempuran di Alengka. Kumba menemui ajalnya di tangan Sugriwa, sedangkan Nikumba gugur di tangan Hanoman.

Baca Juga: Mengenal Batara Surya, Tokoh Wayang yang Dikenal Memiliki Watak tidak Suka Marah

Bentuk fisik dan sifat Kumbakarma


Kumbakarma diganbarkan sepperti seorang raksasa yang sangat tinggi dan berwajah mengerikan. Dibalik fisiknya yang mengerikan, Kumbakarma memiliki sifat perwira, jujur, berani karena benar dan sering menyadarkan perbuatan kakaknya yang salah. 

Kumbakarma memiliki kelemahan, adapun kelemahannya ialah  tidur selama enam bulan dan selama ia tidur, Ia  tidak mampu mengerahkan seluruh kekuatannya.

Baca Juga: Mengenal Batara Wisnu, Tokoh Wayang yang Dikenal Memiliki Sifat Tegas hingga Pemaaf

Mendapat anugrah dari Dewa Brahma

Kumbakarma diceritakan mendapat anugrah dari Dewa Brahma. Anugrah itu dia dapat saat  Rahwana dan Kumbakrana mengadakan tapa, Dewa Brahma muncul karena berkenan dengan pemujaan yang mereka lakukan.

Brahma memberi kesempatan bagi mereka untuk mengajukan permohonan. Saat tiba giliran Kumbakarna untuk mengajukan permohonan, Dewi Saraswati masuk ke dalam mulutnya untuk membengkokkan lidahnya. Brahma pun mengabulkan permohonannya. 

Karena merasa sayang terhadap adiknya, Rahwana meminta Brahma agar membatalkan anugerah tersebut. Brahma tidak berkenan untuk membatalkan anugrahnya, tetapi ia meringankan anugrah tersebut agar Kumbakarna tidur selama enam bulan dan bangun selama enam bulan.

Seperti disebut sebelumnya, pada saat menjalani tidurnya, Kumbakarma ia tidak akan mampu mengerahkan seluruh kekuatannya.