Ini Reaksi Polri Soal Fadli Zon Minta Densus 88 Dibubarkan

Ini Reaksi Polri Soal Fadli Zon Minta Densus 88 Dibubarkan

Foto
Reaksi Polri terkait pernyataan anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon yang meminta Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dibubarkan. (Sumber Foto: Int).


Politikus Gerindra Fadli Zon menyarankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dibubarkan.  Usulan tersebut diutarakan melalui akun Twitternya @fadlizon.

Bahkan dia menilai Densus 88 terkesan menjadikan urusan teroris sebagai komoditas. Pernyataan Fadli tersebut menanggapi narasi dari pejabat Densus 88 bahwa kelompok Taliban di Afghanistan menginspirasi teroris di tanah air.

Baca Juga: Ini Alasan Fadli Zon Minta Densus 88 Dibubarkan, Sebut Narasi yang Dikeluarkan Densus Berbau Islamofobia

Alasan Minta Densus Dibubarkan


Adapun alasan Fadli Zon membeberkan mengapa Densus 88 (Detasemen khusus antiteror) mesti dibubarkan.  Pertama, yakni Fadli Zon minta Densus 88 dibubarkan adalah sudah terlalu banyak lembaga yang menangani terorisme di Indonesia. 

Sehingga Anggota Komisi 1 DPR RI itu pun menilai cukup BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) saja yang mengurusi perihal terorisme. 

"Menurut sy sdh terlalu byk lembaga yg tangani terorisme. Harusnya @BNPTRI saja," kata Fadli Zon. 

Adapun alasan kedua yakni, dimana menurutnya bahwa narasi yang dikeluarkan oleh Densus dinilai berbau Islamofobia.

"Teroris separatis yg jelas2 menantang RI harusnya yg jd prioritas tp tak bisa ditangani. Jgn selalu mengembangkan narasi Islamofobia yg bisa memecahbelah bangsa," jelasnya.

"Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas," pungkas Fadli Zon.

Baca Juga: Nama Faldo Maldini Menggema di Twitter, Sebut BEM UI Berpolitik hingga Ribut dengan Fadli Zon

Reaksi Polri


Terkait hal tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono belum mau menanggapi usulan dari Fadli Zon itu

“Saya belum baca,” kata Rusdi di Mabes Polri pada Rabu, (6/10/2021).

Sementara itu Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar mengaku akan mempelajari permintaan Fadli tersebut.

"Terima kasih informasinya. Akan kami pelajari," kata Aswin.