Kota Jakarta mau tenggelam sekitar 10 tahun lagi akibat adanya penurunan muka tanah. Untuk itu, warga DKI dilarang menggunakan air tanah. Berikut awal mulanya.
Selain penurunan muka tanah, salah satu penyebab Jakarta terancam tenggelam adalah perubahan iklim yang dibuktikan dengan semakin naiknya permukaan air laut.
Mayoritas gunakan air tanah
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ungkapkan, sebagian besar masyarakat DKI Jakarta masih menggunakan air tanah yang berasal dari sumur bor.
Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR akan menyediakan air minum dengan sistem perpipaan.
Tidak hanya Jakarta
Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian PPN/Bappenas, Arifin Rudiyanto mengatakan dalam sebuah keterangan, turunnya muka tanah dan meningkatnya permukaan air laut tidak hanya terjadi di Jakarta. Namun, juga terjadi di seluruh Indonesia akibat perubahan iklim berujung pada curah hujan yang lebat.
Baca Juga: Rusun Pasar Rumput, Apartemen Harga Kos di Tengah Kota Jakarta
Sumber air penduduk Jakarta
Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggunakan berbagai sumber air yang berasal dari Jati Luhur hingga Serpong untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga DKI Jakarta yang dilarang menggunakan air tanah, guna mengantisipasi Jakarta tenggelam.