Awal Mula Ketua DPRD Humbahas Disiram Air Saat Ricuh Pembahasan P-APBD

Awal Mula Ketua DPRD Humbahas Disiram Air Saat Ricuh Pembahasan P-APBD

Foto
Bantu Tambunan Anggota Dewan dari Golkar tampak adu mulut dengan Ketua DPRD, Ramses Lumbangaol sembari menyiramkan air putih bekas minuman ke wajah Ramses.(Sumber Foto: Tangkpan Layar Instagram).


Media sosial kembali dohebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menunjukkan rapat di DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut), berakhir ricuh viral di media sosial. Ketua DPRD Humbahas, Ramses Lumban Gaol, terlihat disiram saat kericuhan terjadi.

Terlihat dalam video yang beredar suasana rapat memanas ketika Ramses Lumban Gaol mengetuk palu. Salah seorang anggota DPRD lainnya mempertanyakan keputusan yang diambil Ramses Lumban Gaol.

Baca Juga: Video Detik-detik Ketua DPRD Humbahas Disiram Air Saat Ricuh Pembahasan P-APBD

Awal Mula Kejadian


Adapun awal mula kericuhan terjadi dari sejumlah anggota Badan Anggaran yang interupsi kepada pimpinan rapat, Ramses Lumbangaol. Dalam rapat, Ramses terkesan mengabaikan pendapat dari anggota banggar yang mempertanyakan regulasi dasar pembahasan rancangan perubahan KUA PPAS P-APBD 2021 tersebut hingga akhirnya terjadi tarik menarik antara peserta Banggar dan pimpinan rapat.

Kemudian, langsung membuat keputusan bahwa rapat ditutup dan dilanjutkan ke rapat paripurna. Padahal, tim TAPD sudah menjelaskan regulasi dasar pembahasan tersebut, disaat rapat.

"Untuk itu, kalau kita sudah sepakat, barang kali acuan yang telah diserahkan oleh pemerintah menjadi acuan Banggar. Gimana kira-kira, setuju kawan-kawan? Setuju, tidak setuju,” seru sejumlah anggota Banggar.

Baca Juga: Ini Video Lengkap Rapat Paripurna DPRD Solok Ricuh Nyaris Baku Hantam, Netizen: Atraksi Kerasukan Masal

Kemudian seorang anggota dewan dari Fraksi Persatuan Solidaritas Guntur Simamora kemudian memberikan pendapat soal keputusan Ramses, hingga terjadi debat mulut.

“Tidak. Apa yang mau disetujukan ini menjadi persoalan. Ketua DPRD kenapa Anda putuskan,” ucap Guntur berdiri sembari menunjuk-nunjuk Ketua DPRD.

Kemudian Ramses menjawab, bahwa keputusan yang diambilnya bukan voting tetapi pembahasan.

“Ini bukan keputusan bapak, tetapi pembahasan. Jadi barang kali kita tidak mau debat kusir,” ucap Ramses.

Kemudian Guntur mendatangi Ramses sembari menyampaikan bahwa ini bukan debat kusir.

“ Eh ini bukan debat kusir, Saya anggota dewan, kenapa Anda putuskan,” katanya sembari menunjuk-nunjuk dadanya.

Guntur kemudian menyampaikan, kenapa langsung diputuskan karena dirinya bersama anggota dewan lainnya ada yang tidak setuju.

“Kami tidak setuju, bagaimana pendapat kami,” tegas Guntur sembari diamini teman-temannya.

Ketua DPRD menjawab bahwa ada yang tidak setuju itu adalah hak masing-masing.

“Itu menjadi hak Anda,” kata Ramses.

Baca Juga: Viral Video Anggota DPRD Bungo Ancam Mogok Kerja, Uang Perjalanan Dinas Tak Keluar 3 Bulan

Tak lama, anggota dewan dari Fraksi Golkar Bantu Tambunan dengan mengenakan baju putih berdiri dan mendatangi Ketua DPRD. Dia menyampaikan bahwa dirinya tidak setuju atas keputusan tersebut.

“Kami tidak setuju pimpinan, jangan suka-suka pimpinan. Cabut, cabut,” ucap Bantu sembari memukul meja dan menyiramkan air minuman bekas dari cangkir ke arah wajah Ramses.

Politisi Golkar itu mendatangi Ramses hingga membuat situasi semakin memanas. Kemudian, anggota lainnya melerai bersama pihak kepolisian dari Polres Humbang Hasundutan hingga tidak terjadi bantu hantam.

Usai dilerai, Guntur dan Bantu tetap ngotot agar Ramses mencabut keputusan tersebut.

“Cabut, cabut. Tidak ada keputusan. Kami bagaimana. Bagaimana suara kami,” ucap Guntur dengan lantang.

Seorang anggota dewan kemudian terlihat mendatangi Ramses.

“ Keputusan siapa, keputusan siapa,” teriak Bresman dari Demokrat.

Saat itu, Ramses melihat sudah tidak kondusif, langsung memutuskan rapat ini dikembalikan ke gabungan komisi sembari mengetuk palu.