Aksi demonstrasi yang digelar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di kawasan Gedung DPR RI, Senin (15/6/2026), sempat diwarnai ketegangan antara massa aksi dan aparat kepolisian.
Situasi memanas setelah salah satu peserta demonstrasi dibawa oleh petugas saat aksi masih berlangsung.
Insiden tersebut terjadi ketika para mahasiswa tengah menyampaikan tuntutan melalui orasi di depan gedung parlemen.
Kehadiran sejumlah aparat yang mendekati kerumunan massa mendadak menarik perhatian peserta aksi.
Tak lama kemudian, seorang anggota GMNI terlihat diamankan dan dibawa menjauh dari lokasi demonstrasi.
Peristiwa itu langsung memicu reaksi dari rekan-rekannya. Massa aksi yang berada di lokasi mempertanyakan alasan pengamanan tersebut dan mendesak aparat untuk segera mengembalikan mahasiswa yang dibawa.
Suasana yang awalnya kondusif berubah menjadi tegang. Sejumlah demonstran terus menyuarakan protes sambil meminta kepolisian memberikan penjelasan.
Mereka juga memberi ultimatum agar rekannya segera dipulangkan dalam waktu sesingkat mungkin.
Tak hanya itu, pihak GMNI juga menyatakan akan menempuh langkah lanjutan apabila mahasiswa tersebut tidak segera dibebaskan.
Mereka bahkan mengancam akan mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk meminta kejelasan terkait tindakan aparat di lapangan.
Setelah berlangsung sekitar setengah jam, mahasiswa yang sebelumnya diamankan akhirnya dikembalikan ke tengah massa aksi.
Kehadirannya langsung disambut rekan-rekannya yang sejak awal terus menunggu kepastian. Saat kembali, kondisi mahasiswa tersebut terlihat kelelahan dan menjadi perhatian peserta demonstrasi lainnya.
Meski sempat memicu ketegangan, situasi di lokasi akhirnya kembali terkendali dan aksi unjuk rasa dapat dilanjutkan oleh para demonstran.





