Cerita Mistis di Gedung Pancasila Pasuruan, Konon Dihuni Hantu Cantik Namun Mukanya Hilang Setengah

Cerita Mistis di Gedung Pancasila Pasuruan, Konon Dihuni Hantu Cantik Namun Mukanya Hilang Setengah

Foto
Gedung Pancasila (foto: YouTube Wartabromo TV)

Gedung Yayasan Pancasila atau dikenal dengan nama Gedung Pancasila yang berada di Pasuruan, Jawa Timur menyimpan cerita mistis. Konon, pengunjung sering melihat penampakan dari hantu cantik hingga hantu mukanya hilang setengah.

Hal itu diceritakan penjaga Gedung Pancasila bernama Susanto. Ia mengatakan gedung itu sempat menjadi sekolah, namun harus mangkrat akibat muridnya tidak ada lagi mau sekolah disana. Ia mengatakan dirinya tidak percaya dengan hantu disana namun dirinya sering mendengar cerita-cerita dari pengunjung yang mengatakan gedung itu berhantu.


Baca Juga: Cerita Mistis di SMK Farmasi Solo, Konon Dibangun Diatas Bekas Tanah Kuburan hingga Dihuni Beberapa Gaib

"Kalau yang percaya banyak, kalau gak percaya ndak ada. Contohnya saya itu cuma taunya orang-orang yang ditakuti itu, kan saya sendiri gak pernah tahu jadi saya gak percaya. Saya penjaga disina, tapi orang luar yang tahu. Kadang-kadang (mereka) ditakuti, kadang orang mau masuk itu sudah merinding semua badannya," kata kakek berumur 73 tahun itu.

Kakek Susanto mengatakan dia sempat mendapat cerita yang menyatakan dulunya gedung itu dijaga penjajah dan banyak orang Jawa meninggal di gedung itu. 

Baca Juga: Cerita Mistis di SMK ST Mikael Karangasem, Konon Dihuni Hantu Potongan Tubuh dan Sering Mengganggu Siswa

"Ceritanya dulu penjaganya penjajah, banyak orang Jawa yang meninggal disini. Kalau orang-orang yang melihat kadang di pintu ada cewek cantik, mukanya hilang separuh. Orang cerita itu kadang-kadang aneh, kadang malam itu melihat orang Belanda lewat cuma sekilas," tuturnya.

Ia bercerita, banyak orang percaya di gedung itu banyak hantu, namun dirinya sempat tidak percaya. Dan pada suatu hari, dirinya sempat merasakan ada yang lewat didekatnya seperti angin.

"Cuma yang saya dengar dari ceritanya orang-orang, kalau orang-orang disini (percaya ada hantu) halah kamu percaya sama yang begituan. Kadang-kadang seperti ada yang lewat seperti angin. Itu saya sudah merasakan kalau ada yang lewat. Ya paling 'ayo pergi, jangan dekat-dekat' hilang," katanya.

Dia juga mengatakan, dibelakang gedung itu ada pohon beringin. Disana dirinya pernah dikencingi dari atas pohon, dirinya pun sempat marah ke hantu itu.

"Belakang itu ada pohon beringin di SD itu. Tengah malam kadang saya duduk jam satu, setengah dua sambil merokok, tau-tau dikencingi dari atas pohon, baunya itu ndak enak, seperti kambing gibas. Saya marah, kamu ngapain disini menggoda, ayo pergi bau mu ndak enak," katanya.


Tidak hanya itu, di area gedung TK juga disebut banyak penghuninya. Ia mengatakan teman-temanya sering ingin mandi ke kamar mandi TK itu, namun banyak yang pulang karena mengira istrinya sedang dalam kamar mandi, nyatanya tidak ada orang.

"Banyak kali kalau disini. Waktu sore istri saya di TK sering teman saya dulu mau mandi, dia pulang karena mengira istri saya sedang mandi padahal orangnya ndak ada," katanya.

Susanto mengatakan, ada sebuah area bernama bong, disana istrinya sering joget-joget. Saat joget istrinya mengaku di lokasi itu seperti ada istana.

"Mau magrib jam lima, kadang sore itu pergi joget-joget disitu, istri saya itu. Saya marahi, 'kamu ngapain disini ayo pulang'. Sampai rumah saya minta maaf, 'maaf saya tidak marahi kamu, aku marahi kenapa kamu joget-joget disana'. Sadar, bilangnya dia itu dibawa sama orang kesitu seperti istana, istananya di bawah laut," katanya.

Baca Juga: Cerita Mistis di SMA Santo Yosef Surakarta Konon Dihuni Siluman Ular hingga Manusia Kerdil

Ia juga mengatakan, di bong itu dihuni sebangsa jin. Dirinya juga mengaku pernah dikeroyok jin itu. Dirinya dikeroyok karena jin-jin itu tidak senang bong itu dibersihkan.

"Dulu itu rumput semua, nah saya disuruh membersihkan itu. Ndak sampai satu hari selesai, pakai tangan saya kerjakan. Jadi kadang-kadang saya itu tidak percaya. Malamnya saya didatangi seperti sebangsa jin, orang kerdil-kerdil lidahnya panjang-panjang, saya dikeroyok sama itu dalam keadaran sadar. Saya tanya apa kesalahan ku, mereka menjawab mainannya disana dibersihkan. Saya minta maaf akhirnya dia pergi," kata kakek itu.